[Tentang] Flash Fiction

Ini dia biang keladinya…

Buku ini saya temukan ketika saya dan seorang kawan iseng mengobrak-abrik pameran buku di Istora Senayan dua minggu yang lalu. Dengan harga yang cuma sepuluh ribu rupiah saja, saya jadi mendapat pengetahuan baru tentang gaya penceritaan yang lain dari biasanya. Gaya penceritaan itu bernama Flash Fiction. Kalau di twitter mungkin seperti @fiksimini.. 😀

Flash fiction secara harfiah berarti “cerita kilat”. Dikenal juga dengan nama cerita pendek, sudden, bite-sized, postcard, minute, fast, quick, dan micro fiction. Di Perancis disebut nouvelle. Di Cina disebut cerita kantong, cerita mini, cerita semenit maupun cerita-sepanjang-rokok.
Inti dari Flash Fiction adalah satu: bentuk penceritaan yang terasa pendek. Dengan kata kunci “rasa”, maka tidak ada konsekuensi logis yang jelas mengenai definisi flash fiction berdasarkan, misalnya, batasan (jumlah) kata. Satu antologi flash fiction berjudul “The World Shortest Stories”, misalnya, memuat cerita-cerita yang harus disampaikan dalam 55 kata. Di sisi lain, ada yang menyampaikannya dalam 1500 kata dengan gaya penceritaan yang membuat pembacanya merasa hanya membaca 500 kata. Cerita berkelebat seperti kilat.
Karakteristiknya: penggunaan kata yang efektif.
Yang diutamakan: kepiawaian mengolah kata seminim mungkin untuk menghasilkan efek sedramatis mungkin.
(Sumber: Jangan berkedip! Karya: Donna & Isman)

Ini contoh flash fiction yang saya kutip dari buku diatas. Cerita ini hanya terdiri dari 94 kata.!

Zamrud, Bukan Mirah Delima, Sayang.
“Oh, indahnya! Ini untukku?” Mataku berbinar-binar saat suamiku menunjukkan sebentuk cincin emas berhiaskan mirah delima.
“Tentu saja.” Sahutnya sambil tersenyum. Diraihnya jemariku. Namun ketika cincin itu tidak muat di jari manisku, bahkan tidak muat di semua jari walau kelingking sekalipun, ia mulai mengernyitkan dahi.
“Padahal aku memesannya khusus untukmu.” katanya, heran. “Kau suka mirah delima, kan.? Aku sih tidak.”
Aku terperangah. Lima tahun yang lalu, suamiku membelikanku zamrud karena tahu itu favoritku. Kali ini, ia memberiku mirah delima, kupikir itu batu favoritnya.
Kuteliti cincin itu. Ukurannya kecil sekali. Di dalamnya tergrafir tulisan “Wenny”.
Namaku Rina.

Baca juga contoh lain dari flash fiction disini.
Atau baca lagi flash fiction perdana saya di tulisan saya sebelumnya.

Yuuk., kita meramaikan dunia flash fiction. 😀

Advertisements

2 thoughts on “[Tentang] Flash Fiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s