#30HariMenulisSuratCinta – Sebentar Lagi Saja

Sayaaangku,

Kalau ini surat cinta, maka aku mau mengucapkan kalimat pamungkasnya di awal. Aku hanya ingin memastikan bahwa pesanku tersampaikan segera. Aku mau kamu membaca bagian terpenting sebelum kamu bosan membaca lanjutan kalimat-kalimat yang aku tulis.

Aku mencintaimu. Masih dan akan terus.

***

Kalau ini surat cinta, harusnya aku bertanya tentang kabarmu. Karena menanyakan kabar adalah suatu bentuk perhatian. Tapi bagi kamu, bertanya kabar adalah hal biasa, sekadar basa-basi, jadi aku tidak akan menanyakan kabarmu. Kamu seharusnya baik-baik saja. Kamu sudah berjanji padaku untuk menjaga kesehatan. Kamu masih ingat, kan? Kamu tidak pernah melewatkan jam makan tanpa makan, kan? Sekalipun kamu tidak suka makan sendirian, tapi kamu harus bisa. Sayaaangku pasti bisa.

Kalau ini surat cinta, maka aku ingin tahu apakah kamu masih menungguku pulang. Karena aku belum tahu kapan aku bisa pulang. Things are so complicated here. Aku mau ini cepat selesai. Tapi menjalani pekerjaan ini sendirian benar-benar membosankan. Tanpa ditemani kamu, semuanya terasa sulit. Rasanya aku ingin kabur, mencari pelukanmu, tempat ternyaman. Tapi kamu sering kali bilang bahwa aku harus berlaku profesional. Kamu mau agar aku sukses. Kesuksesanku adalah kebanggaan bagimu. Sering, konsentrasiku malah buyar setiap kali aku berjalan di lorong hotel menuju ruang rapat sendirian. Tiba-tiba aku merasa kesepian. Buyar karena kalau bersama kamu, mana mungkin aku berjalan sendirian. Mana mungkin tanganku repot membawa tumpukan berkas. Biasanya, tanganku sibuk menjaga tanganmu agar tidak lepas, dari genggamanku.

Kalau ini surat cinta, seharusnya surat ini tidak ada akhirnya, seperti cintaku yang masih dan akan terus. Tidak putus di tengah jalan. Tidak tergantung pada mereka, tidak lagi ada di tangan mereka. Tidak juga dipisahkan oleh jarak. Jarak bukannya tidak bisa kita siasati, rindu bukannya tidak bisa kita tahan. Kita hanya takut jika semua itu mengikis perasaan kita secara perlahan. Karena kita tidak terbiasa sendirian. Kamu tahu, aku mau bertahan.

Maka, untuk mengakhiri surat yang memang harus berakhir, aku ingin tahu apakah kamu masih bisa sendirian. Sebentar lagi saja. Karena aku akan pulang. Bersama sebaris cinta yang menuntunku, yang menemaniku, yang mengikutiku di belakang. Yang memanggil-manggilmu ke pelukanku bahkan sebelum lenganku terentang. Masih bisakah kamu sendirian? Sebentar lagi saja?

Sangat merindukanmu,

Aku

Advertisements

4 thoughts on “#30HariMenulisSuratCinta – Sebentar Lagi Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s