TENTANG RINDU

Rentang jarak yang kamu bilang lebar adalah karena kamu sedang ingin bertemu
Sebenarnya kita sedang duduk bersebelahan di bangku rindu
Dengan bahu yang menempel satu sama lain
Dan mata yang tertuju pada sepasang tua yang berjalan pelan

Lengan-lengan waktu memelukku erat
Mencuri panas tubuhku diam-diam
Rindu ini menggigil, gemeletuk gigi tak beraturan
Lengan-lenganku memeluk dirinya sendiri

Berkali-kali melatih diri untuk merindui kamu menjadikan aku berani
Menjadikan aku ahli
Rindu adalah lencana
Menunjukkan seberapa tinggi kamu di hatiku

Rindu adalah abstrak yang merangkak keluar dari raga
Lalu menjelma kamu di depan mata
Membawa satu buket kenangan masa lalu yang jarang kita tengok
Membawa satu keranjang rencana yang akan kita lakukan bersama

Hati kita gerbong kereta
Penuh disesaki rindu yang datang dari entah
Sebelum tiba di tujuan, tak ada yang boleh mengalah
Janji kita memang sesederhana itu

Rinduku tak perlu kamu hitung
Cukup bayangkan seikat daisy yang kita petik sore tadi
Atau jumlah halaman buku yang kamu bacakan untukku
Kurang lebih sebanyak itu

Rinduku lintang membentang dari ujung kepala hingga ujung kaki
Berhenti sejenak hanya untuk menyapa kamu yang ada di hati
Sejauh apa pun,
Jarak yang sebenarnya memisahkan kita hanyalah setipis kulit kali dua
Kulitku dan kulitmu

Cinta adalah kencana
Rindu adalah lencana
Sedang senja adalah bencana
Menyadarkan aku betapa jauh kamu dari hadapanku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s