Garis Tangan

Satu. Nathan. Terjatuh dari pohon mangga ketika berusia tujuh tahun. Memenangkan lomba pidato tingkat propinsi pada usia sebelas tahun. Memenangkan lomba pidato dalam bahasa Inggris pada usia enam belas tahun. Terjatuh ketika memanjat pagar rumah karena pulang melebihi jam malam yang telah ditetapkan. Itu terjadi di usianya yang ke-19.

Dua. Alea. Dilahirkan dengan bakat menari yang luar biasa. Mengalami patah kaki kiri yang cukup parah pada usia sembilan tahun sehingga ia baru bisa menari lagi pada usia sebelas tahun. Menjuarai lomba menari pada usia tiga belas tahun. Bertemu Andreas pada usia tujuh belas tahun lalu mereka menikah ketika Alea berusia sembilan belas tahun.

Tiga. Liliana. Hampir tenggelam di usia tiga tahun ketika sedang bermain-main di pantai. Tersiram air panas ketika mengangkat panci yang berisi air mendidih. Kehilangan ayah pada tahun yang sama. Itu terjadi di usia lima belas tahun. Lulus kuliah di usia sembilan belas tahun.

……

***

Monica sedang sibuk. Di mejanya terhampar sembilan buku yang masing-masing sedang terbuka lebar pada halaman sembilan puluh sembilan. Buku-buku tersebut adalah Buku Kejadian-kejadian Penting sembilan orang yang menjadi tanggung jawab Monica.

Nathan, Alea, Liliana, Niall, Amery, Barada, Juan, Ester, Kelana.

Cory, atasannya, memberi waktu hingga besok siang dan Monica baru menyelesaikan kejadian sampai masing-masing orang tersebut berusia sembilan belas tahun. Membuat kejadian-kejadian bukanlah perkara mudah. Monica tidak bisa membuatnya begitu saja. Monica tidak bisa menuliskannya tanpa mempertimbangkan hal-hal lain. Ia harus berdiskusi dengan teman-temannya yang bertanggungjawab atas Buku Kelahiran, Buku Karakter-karakter Pokok dan Buku Kematian. Keempat buku tersebut harus bisa menciptakan serangkaian kehidupan yang sejalan satu sama lain. Masing-masing buku harus saling mendukung sehingga cerita kehidupan orang-orang tersebut menjadi sebuah cerita yang utuh dan tidak terpecah-pecah.

Misalkan, kondisi seseorang pada saat dilahirkan dan lingkungan yang melingkupinya harus bisa menjelaskan karakter yang terbentuk. Karakter tersebut harus bisa menjelaskan kejadian-kejadian yang mereka alami dan bagaimana mereka mengambil keputusan atau menentukan pilihan-pilihan. Serangkaian kejadian tersebut nantinya akan mempengaruhi masa depan mereka dan menentukan bagaimana akhir hidup mereka.

Monica sangat sibuk karena ketika ia tersadar, ternyata langit sudah berubah jingga. Senja datang terlalu cepat, keluhnya. Ia membereskan semua Buku Kejadian-kejadian Penting dan bergegas ke ruang tengah untuk berdiskusi dengan teman-temannya. Malam ini, tidak boleh ada perdebatan yang bertele-tele sehingga membuang-buang waktu seperti minggu lalu, tekadnya.

Satu persatu, teman-temannya memasuki ruang tengah. Louis, yang bertanggungjawab atas Buku Kelahiran datang paling pertama. Disusul oleh Angel, penanggungjawab buku Karakter-karakter Pokok. Monica datang setelahnya. Terakhir adalah Joseph, penanggungjawab Buku Kematian. Sesuai tanggungjawabnya, Joseph adalah yang paling sering datang terlambat. Tidak apa-apa datang terlambat setiap kali rapat asalkan kematian kesembilan orang yang menjadi tanggungjawab mereka jangan sampai terlambat, Monica terkekeh.

“Apa yang menjadi permasalahan kalian?” Louis sebagai pihak yang dituakan, membuka percakapan. Angel dan Joseph terlihat sedang sibuk menyelaraskan isi buku mereka. Louis melanjutkan, “Aku pikir, Joseph bisa menyesuaikan kondisi kematian kesembilan orang ini. Setelah membaca cerita kehidupan mereka, tentu saja.”

Joseph tersenyum, menghentikan diskusi kecilnya dengan Angel, lalu mengiyakan perkataan Louis.

“Yang harus berdiskusi dengan sangat baik adalah Monica dan Angel. Kalian harus menyelaraskan setiap kejadian dengan karakter masing-masing orang. Setiap orang harus mengambil keputusan atau menentukan pilihan sesuai dengan karakter mereka.”

Monica dan Angel saling berpandangan lalu tersenyum. Louis melanjutkan instruksinya.

“Liliana yang lemah dan agak ceroboh bisa saja pintar secara akademik. Ia bisa lulus kuliah di usia sembilan belas tahun. Tetapi dengan kondisinya yang seperti itu, Liliana tidak mungkin menjadi pekerja lapangan yang mensyaratkan fisik yang kuat.”

Monica dan Angel mengangguk tanda mengerti. Louis sudah mengingatkan ini berkali-kali, batin Monica.

“Apakah karakter bisa berubah di tengah-tengah kehidupan?” Angel membuka suara.

“Bisa. Untuk itu, Monica harus menyiapkan sebuah kejadian yang dapat menyebabkan seseorang mau mengubah karakternya. Masa depan adalah rencana. Kehidupan adalah rencana. Bila kalian menginginkan kesembilan orang ini sukses, kalian harus merencanakan perjalanan karakter dan kejadian-kejadian yang mereka alami secara detail.”

Setelah itu, mereka membuka masing-masing buku yang mereka bawa dan menyelaraskan isinya. Ada sedikit perdebatan yang terjadi. Namun, sesuai tekad Monica, malam ini perdebatan mereka tidak berlarut-larut. Hujan rintik-rintik yang menemani mereka membuat suasana seperti mencekam. Masing-masing dari mereka merupakan penentu dan penyebab perjalanan hidup sembilan orang manusia. Mereka sadar bahwa mereka tidak boleh main-main. Louis mengawasi jalannya diskusi dengan sangat baik.

Sebelum hangat mentari menyentuh kulit, senyum mereka menanjak, diskusi mereka berakhir. Selebihnya, mereka hanya perlu merapikan isi buku tersebut dan itu bisa dilakukan di ruang kerja masing-masing. Sebelum jam dua belas siang, mereka akan berkumpul kembali di ruang tengah untuk menyatukan buku mereka.

Seperti biasa, Louis datang pertama. Disusul Angel dan Monica. Sedangkan Joseph adalah yang terakhir datang, namun belum terlambat.

“Selamat kepada kita semua karena telah berhasil menyelesaikan rangkaian kehidupan sembilan orang manusia. Kita sudah tidak perlu mengawasi jalannya kehidupan mereka karena semuanya akan berjalan sesuai isi buku ini. Setelah ini, kita masih memiliki sembilan orang lain yang harus kita buatkan rencana kehidupan.”

Setelah berkata begitu, Louis mengumpulkan sembilan paket buku tersebut dan meletakkannya di atas meja. Angel, Monica dan Joseph menyaksikan Buku Kelahiran, Buku Karakter-karakter Pokok, Buku Kejadian-Kejadian Penting dan Buku Kematian melebur jadi satu. Lalu menguap dan berputar-putar seperti angin topan. Ada sembilan putaran angin yang melayang-layang ditengah-tengah mereka. Satu persatu putaran tersebut menghilang seiring terdengarnya suara tangisan bayi yang baru lahir di luar sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s