#FF2in1 – Lagi-lagi

Lagi-lagi bangku taman. Lagi-lagi di bawah pohon Bintaro. Lagi-lagi aku menunggu kamu dengan sabar. Sudah satu jam lebih dari waktu yang kita janjikan untuk berjumpa. Perjumpaan yang mungkin adalah yang terakhir.

Kalau bukan perjumpaan terakhir, mungkin aku tidak akan ada di sini. Kalau bukan perjumpaan terakhir, aku mungkin lebih memilih untuk duduk di muka televisi menikmati drama Korea favoritku. Sudah satu tahun lebih dari waktu yang kita sepakati untuk bersama. Kebersamaan yang mungkin adalah yang terlama.

Kebersamaan kita kenyataan, bahkan ada harapan yang tersimpan dalam hati terdalam agar ini tidak pernah berakhir. Kebersamaan kita kenyataan, karena buktinya aku lebih merasa nyaman berada bersama kamu dibandingkan menikmati kemandirian yang dulu aku agung-agungkan. Sudah satu dekade rasanya kita bersama, saling mengenal. Aku tak heran bila ternyata kita pernah bertemu pada kehidupan sebelumnya. Dunia begitu sempit. Semesta begitu menghimpit. Mempertemukan lagi aku, kamu dan rindu yang setia mengapit.

Lagi-lagi bangku taman. Lagi-lagi di bawah pohon Bintaro. Lagi-lagi aku menunggu kamu dengan sabar. Sudah satu nama –namaku, aku ukir di salah satu ranting pohon¬†ini dan kamu belum juga ada. Keberadaan yang benar-benar rindukan.

Kini satu nama lagi –namamu, akan aku ukir di ranting pohon yang sama. Saling bersebelahan dengan nama yang telah lebih dahulu aku ukir. Doa ku ucap berkali-kali. Tak perlu kamu dengar. Tuhan yang harus mendengar. Bilapun kamu tak tiba setelahnya, maka ini bukanlah pertemuan kita yang terakhir. Ini hanya akan menjadi pertemuan kita yang gagal. Pertemuan kita yang hanya dalam khayal.

Setelah ini aku akan tersadar dan menemukan kamu di sisi. Benarkan?

***

Lagi-lagi bangku taman. Lagi-lagi di bawah pohon Bintaro. Kamu menyadarkan aku dari khayalan dengan tiga tepukan di bahu kanan. Dua koper besar dan dua tiket di tangan. Aku ulangi, dua koper besar dan dua tiket di tangan. Untukku dan untukmu. Lalu kamu berkata dengan segera, “Ini adalah pertemuan kita yang terakhir, karena setelahnya hanya akan ada kebersamaan tanpa perpisahan. Tanpa perpisahan artinya tanpa pertemuan kembali. Setuju?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s