#15HariNgeblogFF – Bila Waktu Dapat Kuputar Kembali

17.59 Darah berceceran di mana-mana, di sepanjang perjalanan dari halaman belakang panti asuhan hingga ke ruang makan. Lutut Anti robek. Terjatuh dari ayunan. Jatuh di atas rerumputan yang menyembunyikan pecahan kaca. Tangis Anti pecah. Semua orang panik. Pengasuh, teman-temannya dan aku, orang yang mendorongnya hingga jatuh. Tanpa sengaja. Pengasuh segera mengambil kotak P3K, lalu membalut luka Anti semaksimal yang ia bisa. Di ruangan lain, aku menyesali kecerobohanku.

17. 17 “Siapa yang mau main ayunan dan dapat hadiah?” seru Jess penuh semangat kepada puluhan anak-anak yang terlihat bosan. wajar saja, hampir empat jam kami belajar tanpa henti.

Mereka langsung bersorak sambil mengangkat-angkat tangan mereka, “Aku! Aku! Aku!”

Aku dan Jess mengambil beberapa camilan sebagai hadiah bagi anak-anak. Lalu menemani mereka berjalan ke halaman belakang dan membiarkan mereka bermain sesuka hati.

Tak lama kemudian, Anti memanggilku agar mendekat.

“Kak, dorongin ayunan aku. Sampe tinggi ya, Kak. Aku mau terbang.” Anti tersenyum lebar memamerkan gigi putihnya yang tersusun rapi.

Aku dengan senang hati mendorong ayunan nya. Semakin lama semakin kencang. Anti berayun semakin tinggi. Dan aku tak berhenti bersenda gurau dengan Jess untuk menjaga mata dan pikiranku tetap fokus. Ayunan terakhir adalah bencana. Ayunan yang terlalu kencang sehingga membuat Anti… terjatuh.

Bruk!

13.45 “Eeh, Neng Lian sama Neng Jessica sudah datang. Sudah ditunggu anak-anak lho daritadi.”

Ibu Kurnia menyambut baik aku dan Jess meskipun kami terlambat tiba. Terlambat 1 jam dari waktu yang kami janjikan. “Iya, Bu. Maaf kami terlambat datang. Ada keperluan mendadak tadi.” jawab Jess malu-malu.

“Ndak apa-apa, Neng. Anak-anak juga ndak kemana-mana. Mereka sudah siap dan semangat nunggu Neng Lian sama Neng Jessica.”

Ibu Kurnia mengantar kami ke sebuah ruangan yang cukup luas. Tanpa meja dan kursi. Hanya ada papan tulis yang siap digunakan. Anak-anak yang duduk melantai menyambut kami dengan senyuman polos mereka.

Kami memperkenalkan diri. Mencairkan kebekuan yang terjadi antara kami dan anak-anak. Setelah mereka merasa rileks, pelajaran dimulai. Jess berperan lebih besar. Sedangkan aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar mataku tetap terbuka.

Kegiatan belajar berjalan lancar hingga Jess merasakan atmosfir kebosanan yang menggantung di wajah beberapa anak.

10.15 “Jess, gue ngantuk banget. Baru pulang jam 3. Berantem sama Andre pula gara hal-hal sepele.” Aku menguap. “Gue nggak usah berangkat ya?”

“Lo gila, ini udah mepet banget waktunya. Minggu depan laporan kegiatan ini harus udah jadi. Nggak ada cerita. Pokoknya Lo harus ikut. Ini kan tugas kita berdua.”

Jessica menyeretku ke mobil.  Dengan keadaan seadanya, aku berangkat menuju ke panti asuhan tempat kami harus menjalankan kegiatan sosial untuk tugas kuliah. Persiapan lainnya sudah disiapkan oleh Jessica. Peralatan tulis, perlengkapan mengajar seperti poster untuk mengenalkan huruf dan angka. Serta makanan ringan untuk menyenangkan anak-anak.

Mataku berat. Aku tak bisa berkonsentrasi.

***

19.27 Setelah keadaan lebih tenang dan anak-anak tak lagi histeris, kami berpamitan pulang. Sebelumnya kami meminta maaf kepada Ibu Kurnia atas kekacauan yang terjadi. Dalam perjalanan pulang, Jess terus berusaha menenangkan aku. Mengatakan bahwa ini bukan salahku. Toh ini adalah tindakan tak disengaja. Tapi penyesalanku tidak bisa hilang semudah itu. “Bila waktu dapat kuputar kembali, semua kekacauan ini tak perlu terjadi.” sesalku.

Advertisements

4 thoughts on “#15HariNgeblogFF – Bila Waktu Dapat Kuputar Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s