#15HariNgeblogFF – Martabak Keju Susu

Aku baru mengenalnya dua jam yang lalu. Tapi keakraban yang begitu cepat terjalin, membuat kami merasa seperti sudah berteman sejak dua tahun yang lalu. Wajahnya tidak begitu tampan, namun badannya atletis. Kulitnya putih dan rambutnya sedikit bergelombang. Cara bicaranya pelan namun penuh wibawa. Aku seperti terhipnotis.

Setelah sekian lama kami mengobrol, dia mengajakku makan. Karena dia adalah orang baru di lingkungan sini. Jadi dia mempercayakan pilihan tempat makan padaku.

“Kita makan di warung lesehan aja, gimana?”

“Oke, nggak masalah.”

Warung Lesehan Ibu Subroto tidak pernah seramai ini sebelumnya. Atau kami datang pada jam yang salah? Kami kehabisan tempat. Berkali-kali kami mengedarkan pandangan ke setiap sudut warung, tapi tak terlihat gelagat orang-orang yang hendak pergi.

“Gimana nih? Mau nunggu atau cari tempat lain aja?”

“Tunggu sebentar ya. Tempe penyet di sini enak banget. Kamu harus coba.”

Dia mengalah. Sambil menunggu, aku mengajaknya mencicipi martabak keju susu di kios sebelah.

“Selain tempe penyet tadi, martabak di sini juga enak banget. Martabak keju susu adalah favorit aku.”

Pesanan kami datang. Dia memasukkan sepotong martabak ke mulutnya. Lalu tersenyum. Membenarkan. Senyumnya membuyarkan harapanku terhadap laki-laki lain yang sedang dekat denganku. Senyumnya menghapus senyum semua laki-laki yang ada di sekitarku.

“Sebentar ya.” dia mengambil ponsel dari kantongnya. Mengetik sambil tersenyum-senyum malu. Seperti sedang berbalas pesan dengan kekasihnya. Sekilas muncul perasaan cemburu dalam hatiku. Ya Tuhan, aku mulai menyukai lelaki ini.

Tidak lama kemudian, ponselku bergetar. Ada pesan masuk. “Sebentar ya.” giliranku meminta ijin kepadanya. Pesan itu datangnya dari Rian. Pria yang dikenalkan kepadaku oleh Lusi, teman kuliahku. Selama ini aku dan Rian hanya berkomunikasi lewat sms. Aku juga mulai menyukainya. Dari tutur bahasanya, dia terbaca sebagai orang yang menyenangkan. Dan malam ini, kami berjanji untuk bertemu. Rian mengingatkan aku mengenai janji pertemuan yang hampir aku lupakan.

Aku memiliki dua jam sebelum waktu yang aku dan Rian sepakati. Aku segera mengajak lelaki di hadapanku untuk makan di warung sebelah. Sisa martabak keju susu yang belum habis, kami bungkus.

“Kamu buru-buru? Ada janji lain?” lelaki itu bertanya menyelidik. Sepertinya bisa merasa bahwa aku tergesa-gesa.

“Mmm.. itu..” awalnya aku tak bisa memberi jawaban pasti. Akhirnya aku memutuskan untuk berbohong. “Mmm.. iya, temanku minta di antar ke toko buku malam ini.”

Lelaki itu berhenti makan, mencuci tangan lalu mengambil ponsel dari kantongnya.

“Kamu tidak perlu berbohong lagi. Pertama kamu bilang kamu sedang belajar kelompok, padahal sedang di sini bersamaku.”

Darimana dia tahu, kataku dalam hati.

“Lalu kamu mengajakku makan martabak keju susu padahal sebelumnya kamu bilang bahwa kamu lebih suka martabak telur di ujung jalan sana.”

Hah?? Itu juga kebohonganku! Aku terdiam. Mencoba menyambungkan kepingan-kepingan informasi yang terpisah-pisah seperti puzzle. Aku tidak mengerti.

“Dengan berbohong, secara tidak langsung kamu menganggap bahwa aku tidak penting. Kalau kamu menganggap aku tidak penting, lebih baik kita tidak usah bertemu.”

“Da..darimana kamu ta..tahu semuanya?” aku tergagap.

Lelaki itu mengetik sesuatu di ponselnya. Tidak lama kemudian, ponselku berdering.

Rian memanggil.

Aku memandang nama yang tertera di ponselku dan lelaki di hadapanku secara bergantian. Laki-laki di hadapanku adalah Rian?

“Ini martabak keju susu yang kamu suka. Kalian tidak ada bedanya. Sama-saman manis, tetapi sama-sama membuat sakit. Aku rasa tidak ada yang perlu dilanjutkan dari hubungan ini.”

Aku terbengong-bengong. Sial, aku ketahuan berbohong.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s