#PuisiHore – Soneta Perindu

Langit pagi memeluk jingga tanpa sisa
Di atas padang rumput paling landai
Ditemani awan kelabu berarak santai
Tanah basah serta embun yang menggesa

Pekak telinga mendengar kicauan nuri
Membangunkanku dari mimpi rancu
Tentang kita yang beranak cucu
Mimpi datang justru saat kamu telah pergi

Pergi jauh untuk mengejar angan-angan
Pergi begitu saja tanpa kesan-pesan
Serupa jejak yang kupahami pelan-pelan

Ingin kuteriakkan rindu dengan lantang
Seandainya engkau masih berkenan pulang
Kembali ke hati tempat kenangan berkubang

Semarang, 151212

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s