#15HariNgeblogFF – Orang Ketiga Pertama

image from m.flikie.com

image from m.flikie.com

(cerita sebelumnya)

“Lang!”

Aku mengalihkan pandang dari koran yang sedang kubaca untuk mencari-cari sumber suara. Di kejauhan, Sisca terlihat berjalan cepat menuju tempatku sambil kerepotan membenahi tumpukan kertas yang ia bawa agar tidak jatuh berserakan. Setelah kejadian kemarin, ada perasaan canggung yang muncul ketika melihat Sisca pagi ini. Senyumnya masih penuh misteri seperti biasanya. Aku tidak berani menafsirkan apa-apa. Besar kepala yang semalam aku rasakan sirna seketika karena Sisca kembali bersikap seperti biasa, seolah-olah kami sekadar berteman saja. Tidak ada senyumnya yang malu-malu. Namun kupu-kupu ini masih semarak di perutku.

“Elang, untung kamu sudah datang.”

“Kenapa memangnya? Ada yang penting ya?” sambutku sambil membantunya meletakkan tumpukan kertas di atas meja. Wangi lembut melati yang menjadi ciri khasnya tercium olehku. Kami duduk bersebelahan.

“Aku rasa Radit selingkuh?”

Deg. Ada perasaan bersalah yang aku rasakan ketika Sisca mengucapkan kata selingkuh. Malam tadi, aku melakukannya. Memikirkan Sisca hingga tidak bisa tidur adalah senyata-nyatanya perbuatan mendua.

“Hush, jangan sembarangan.” kataku cepat-cepat untuk menyamarkan perasaan bersalah. “Kamu dapat kesimpulan dari mana?”

“Kamu nggak perhatiin ya setiap kali Radit dan Gia pandang-pandangan?” Sisca berkata-kata penuh selidik.

Aku menggeleng, “Nggak.”

“Coba deh, kamu lihat. Radit ngeliatin Gia dengan tatapan mata yang kayak jarum. Menusuk-nusuk. Mata Radit kan gitu. Tajam tapi hangat. Cewek mana yang nggak klepek-klepek kalau diliatin dengan cara seperti itu?!”

“Kamu berlebihan ah. Radit  memang dasarnya baik. Ramah ke semua orang termasuk ke  teman-teman ceweknya. Ya seperti kamu juga. Ramah ke aku dan ke seluruh kru.”

“Tapi ke Radit, beda, Lang. Masalahnya lagi, Radit kan udah nikah. Nggak seharusnya dia memperlakukan semua wanita dengan cara seperti itu, apalagi Gia. Harusnya dia jaga sikap dong.”

Sisca mengambil salah satu kertas di antara tumpukan kertas yang tadi ia bawa. Mencari-cari bukti untuk mendukung pendapatnya. Kemudian ia memperlihatkan bagian tulisan yang membuatku terpana.

“Nih, coba kamu liat ini. Surat yang ditulis Radit buat Gia.”

…senja mulai buram, tak ada lagi yang menarikku untuk tinggal lebih lama. Lalu ketika ketakutanku membayangkan malam yang kelam, kamu membawakan lampu pijar. Seperti misal, aku hanyut dan hampir tenggelam, kamu adalah perahu yang menyelamatkan segala mimpi dari riuh bintang yang siap menerkam.

 Aku memahami yang dikatakan Sisca. “Lalu, mau kamu apakan Radit dan Gia?” kataku sambil mengembalikan naskah film tersebut kepada Sisca.

“Biarkan saja. Penonton suka cerita mengenai perselingkuhan.” Sisca mengedipkan sebelah matanya. “Bahkan aku akan membuat Radit dan istrinya bercerai. Lalu akhirnya, Radit akan menikahi Gia.” katanya sambil memandang lekat ke arah cincin yang melingkar di jari manisku.

*

#13HariNgeblogFF Hari ke-3

Advertisements

3 thoughts on “#15HariNgeblogFF – Orang Ketiga Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s