#15HariNgeblogFF – Menanti Lamaran

(Cerita sebelumnya)

 

Katanya begini, sekian menit setelah kereta berjalan, darah merembes membasahi pakaian Sisca. Matanya memejam, napasnya tersengal. Pria di sebelahnya panik dan langsung berteriak mencari penumpang yang berprofesi dokter.

“Nggak usah re..repot, Pak. Sa..saya nggak butuh per..tolongan.” Sisca berbicara terbata-bata. Senyumnya lebar.

Namun orang-orang tetap panik dan beberapa orang yang berprofesi dokter mulai berdatangan. Kondektur dipanggil. Masinis dihubungi. Akhirnya kereta diberhentikan di stasiun terdekat dan Sisca dibawa ke rumah sakit terdekat. Kondisinya semakin parah. Napasnya semakin lemah. Namun senyumnya tak lepas sedikitpun dari wajahnya.

“Nggak per..perlu ke rumah sa..kit.” suara Sisca melemah. “Sa..saya udah siap bi..lang iya atas la..lamaran Tuhan, se..bentar lagi.”

Lalu jantungnya berhenti berdetak.

Di sini, dalam hati, tangisku meledak.

*

 

#13HariNgeblogFF Hari ke-9

Advertisements

2 thoughts on “#15HariNgeblogFF – Menanti Lamaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s