#30HariMenulisSuratCinta – Kepada Alila

Dear, Alila

Malam ini kamu datang lagi dari entah. Lalu tinggal di kepalaku, begitu betah. Membuat aku ingin mengenang kembali perkenalan pertama kita melalui percakapan yang masih mentah. Senyumanmu waktu itu sungguh mengejutkanku. Aku sampai tergagap ketika membalasnya. Kamu memuji puisiku yang judulnya sama dengan namamu. Tanpa kamu tahu bahwa puisi itu memang aku tujukan untukmu. Tanpa kamu tahu bahwa aku sudah mengagumimu sejak dulu.

Ketika pertama kali kamu memperkenalkan diri secara formal, hatiku berlompatan gembira. Akhirnya kamu menyadari keberadaanku. Lalu tanpa aku duga, kamu sering menyapaku lebih dulu. Lututku gemetar sehingga aku memilih untuk duduk diam sambil mengkhayalkan tentangmu.

Sejak pertama kali mendengar namamu, aku sudah jatuh cinta. Entah mengapa. Hatiku, kepalaku bahkan tubuhku belum menemukan alasannya hingga kini. Mungkin ini yang disebut dengan cinta pada pendengaran pertama. Ya, aku mendengar namamu terlebih dahulu tanpa tahu seperti apa nyatanya kamu.

Hatiku kini hanya tahu merasa. Begitu saja. Tanpa rencana. Merasa bahwa kamu akan menjadi sahabat yang baik. Awal dari segala perwujudan mimpi yang ingin aku capai. Kamu percaya bahwa setiap orang perlu motivasi untuk terus berusaha mewujudkan cita-citanya? Perlu teman seperjuangan? Aku memiliki kamu kini. Sebagai yang paling jujur mengungkapkan kekurangan. Atau yang paling lantang memberi pujian.

Sementara itu, kepalaku hanya tahu pening. Seringnya pening yang tiba-tiba. Utamanya ketika kamu sibuk berlari-lari di dalamnya. Atau ketika aku sibuk menciptakan sosokmu dalam pikiran. Mungkin ini disebut hati yang berjodoh. Memiliki pemikiran yang sama dalam beberapa hal membuat aku merasa semakin dekat denganmu.

Seluruh tubuhku semakin lama semakin rentan. Kamu sudah menjadi semacam candu yang ingin aku nikmati terus menerus. Sehari saja aku tidak bertemu atau menyapamu atau menulis sesuatu tentangmu, jemariku seperti menangis. Telapak tanganku basah. Merindukan kertas dan pena. Kamu adalah yang paling pertama mendengarkan segala tentangku. Aku sampai berpikir, karena kegemaran kita sama –menulis, biar saja jarak dan waktu memisahkan raga, asalkan kertas dan pena masih menjadi jembatan bagi kita untuk bersama.

Sementara itu, aku hanya ingin menikmati masa ini.

Saat aku masih bisa menikmati senyummu di hadapanku. Saat kamu meringis ketika menyesap kopi pahit di kedai ini. Atau ketika kamu bengong dan menopang dagu dengan kedua telapak tanganmu yang putih bersih. Aku menikmati memandang kamu yang seperti itu.

Alila,

Aku pernah bilang ketika kamu bercerita perihal kisah cintamu sebelumnya, bahwa dunia di luar sana memang tak pernah ramah. Juga tak pernah mudah. Kamu akan terus bertemu dengan orang-orang yang kelihatannya baik namun menyembunyikan maksud tertentu. Baik-baiklah dalam menilai. Ini bukan kecurigaan tanpa alasan. Aku menghadapi dunia lebih dulu dari kamu dan aku tahu lebih banyak dari kamu. Namun, jangan sekali-sekali kamu biarkan ketakutan akan dunia luar menjadikanmu pesimis. Kamu jauh lebih kuat dari yang kamu kira dan kamu memiliki kemampuan melebihi yang kamu butuhkan untuk merasa bahagia. Kamu hanya perlu yakin. Dan kamu perlu aku.

Mari berjuang, Alila. Mari kita rayakan kebahagiaan kita (nanti) bersama-sama. Kamu mau, kan?

 

Tertanda,

Airlangga

 

#30HariMEnulisSuratCinta Hari ke-22

Advertisements

3 thoughts on “#30HariMenulisSuratCinta – Kepada Alila

  1. aldilalala says:

    Reblogged this on ada cerita apa hari ini? and commented:
    Alila dan Airlangga 🙂
    Gue sendiri enggak tau apakah tante ManDewi seorang dukun ato ahli pembaca pikiran, yang jelas kenapa dia pake nama Alila –yang notabene ditambah huruf D di tengah jadi nama gue, dan kenapa juga pasangannya bernama Airlangga –yang notabene nama belakang tunangan gue adalah Erlangga. Suatu kebetulan yang sangat manis 🙂 *so sweet*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s