#PuisiHore2 – Rindu yang Seperti Ini

Senja di depanmu, apakah berwarna jingga?
Bila iya, datang kemari segera
Aku sedang merana
Semua orang yang lewat menatapku tepat di mata

Sebagian dari mereka berpakaian terbuka
yang dengan mudah memperlihatkan kesepian yang mereka rasa
Sebagian dari mereka berpakaian tertutup
mungkin untuk menyembunyikan sesuatu yang pilu

Aku ingat, kamu gemar berpakaian tertutup
Tapi untuk apa?
Aku tak sempat bertanya
Sementara keretamu sudah melaju

*

Senja di depanmu, apakah berwarna jingga?
Bila iya, jangan merasa asing, Sayang.
Di sekitarmu, aku ada
Menjelma entah sebagai tubuh yang mana

Sebagian dari mereka berpakaian terbuka
yang dengan mudah memperlihatkan isi kepala mereka
Sementara aku
Gemar berpakaian tertutup
untuk menyembunyikan rindu yang tak kunjung pupus

Rindu yang seperti ini

Kamu ingat, pagi tadi kita bangun kesiangan
Matahari tertawa
Terdengar dari kisi-kisi jendela

Dan kita masih saja bercinta
Sementara keretaku sudah tersedia
Kamu bilang, “Segeralah!”
Aku bilang, “Baiklah.”
Lalu kita bergegas
Berangkat
Sampai lupa mandi
Tapi kita tetap wangi

Hingga senja ini berwarna jingga
aku masih bisa mencium wangi tubuhmu
Wangi ini bernama rindu
Rindu yang kerap aku sembunyikan di balik pakaian tertutup

Aku belum sempat bercerita
Tapi sekarang kamu sudah tahu

*

image

[#PuisiHore2 – #2 – LDR]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s