#FF100Kata – Meramal Lisa

“Aku bisa meramal dengan media ampas kopi.”

Lisa melirik kembali cangkir kopinya, membatalkan niat untuk pergi. Kami tidak saling mengenal. Dia pegawai baru.

“Benar?”

“Coba saja kalau tak percaya.”

“Kamu Bas, kan? Anak HRD?” Tanyanya dengan keraguan yang sangat terbaca.

Aku mengangguk. Dia duduk. Aku meraih cangkirnya, melihat isinya, menggoyang-goyangkannya, memutarnya. Lalu aku diam sejenak.

“Pergi atau mati.”

“Apa?”

Aku menjelaskan yang kumaksud. Ia mendengarkan dengan takjub. Setelahnya kami terlibat obrolan panjang dan menyenangkan.

“Kapan-kapan ramal aku lagi ya, Bas.” Katanya sambil berlalu. Matanya berbinar. Perhatiannya kudapatkan.

Aku tersenyum bangga. Ramalan tahi kucing, pikirku sambil membuka ponsel dan mulai stalking.

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Advertisements

One thought on “#FF100Kata – Meramal Lisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s