#FF100Kata – Sepasang Mata Elang

Baru kali ini kulihat bibirnya tersenyum, wajahnya cerah, berseri. Tatapannya bersemangat ke kejauhan.

“Itu.” Katanya menunjuk ke tengah sabana. “Ada elang.”

Aku mengangguk. “Ya. Kenapa?”

“Aku mau mata setajam mata elang.”

Aku terkekeh. “Jangan bercanda. Kamu itu manusia, bukannya elang.”

Ia tersenyum, kecut. Lalu menunduk. “Apa salah punya mimpi?”

Tidak, gumamku seketika merasa bersalah. “Bermimpilah. Lalu berdoa. Mungkin Tuhan akan menghadiahimu sepasang mata elang.”

“Memangnya bisa?”

“Bisa.”

*

“Belum ada donor yang cocok, Bu. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saat ini kita hanya bisa menunggu.”

“Tapi, Dok, anak saya…”

*

“Tidak ada mata elang, Sayang. Hanya ada mataku. Semoga kamu merasa senang.”

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s