[Giveaway #1TahunBFG] Membuat Kalimat Pertama Cerpen

Hai, hai. Dalam rangka menyambut ulang tahun pertama Bookaholic Fund (#1TahunBFG), para kru Bookaholic Fund (#KruBFG) sepakat mengadakan serangkaian kuis yang dimulai sejak tanggal 3 s.d 9 Januari 2015.

Sebelum lanjut, sila baca informasinya di sini.

Sudah?

Jadi, akun Twitter saya @ManDewi kebagian jadwal kuis tanggal 6 Januari 2015 dan itu adalah hari ini! Hore! Berbeda dengan kru yang lain, saya memutuskan untuk mengadakan kuis #1TahunBFG di blog. Adapun hadiah yang akan saya berikan untuk satu orang pemenang adalah ini:

IMG_6291

Dan ketentuan kuisnya adalah sebagai berikut:

1. Peserta kuis tidak harus follow saya (@ManDewi) tetapi HARUS follow @bookaholicfund.

2. Kuis berlangsung tanggal 6 Januari 2015 pukul 09.00 – 21.00 WIB. Pengumuman pemenang tanggal 7 Januari 2015 pukul 12.45 WIB.

3. Pertanyaan kuis:

a. Kalian diminta membuat sebuah kalimat yang kiranya tepat untuk menjadi kalimat pertama sebuah cerpen.

b. Kalimat tersebut harus mengandung kata (pilih minimal satu) donasi/sumbangan/relawan/pengungsian/amal/sosial/ kemanusiaan/lelang/bencana. Selain menulis kalimat pertama, kalian juga diminta untuk menceritakan secara singkat isi cerpen.

c. Submit jawaban kalian di kolom komentar postingan ini dengan format:

[Kalimat pertama]
[Cerpen tentang]
[Akun Twitter]

Contoh:

Kalimat pertama: Niatku mendonasikan uang dan tenaga, tetapi ketika bertemu dengannya di tenda pengungsian, serta merta aku juga mendonasikan hati.

Cerpen tentang: relawan bencana yang pertama kali bertemu kekasihnya di tenda pengungsian.

Akun Twitter: @ManDewi

5. Setiap peserta diperkenankan mengirim maksimal tiga jawaban.

6. Setelah submit jawaban di kolom komentar, beritahu saya dalam sebuah tweet dengan format:

Hai, @ManDewi. Saya sudah submit jawaban untuk kuis #1TahunBFG di mandewi.com.

7. Tips menulis kalimat pertama bisa dibaca di sini.

Cukup jelas, ya. Kalau ada pertanyaan, sila layangkan via Twitter karena kolom komentar di bawah ini hanya untuk jawaban.

Selamat membuat kalimat pertama dan semoga beruntung. \m/

***

Advertisements

40 thoughts on “[Giveaway #1TahunBFG] Membuat Kalimat Pertama Cerpen

  1. Nilam Vembika says:

    Kalimat Pertama: Aku berada di tenda pengungsian, menatap nanar Gladis yang tersedu-sedu sebab kehilangan bapa emanya akibat bencana. Aku urungkan niat untuk sampaikan cintaku lagi.

    Cerpen tentang: Kisah seorang pemuda yang selalu tak bisa ungkapkan cinta pada gadis yang lama ia cinta.

    Akun twitter: @nilnilamve

  2. Dyar ayu budi kusuma says:

    Tisha terduduk lemas sambil memandangi pintu ruang pelelangan yang tertutup dengan tulisan “Disegel”, hingga ia tak sadar ada seseorang berdiri dibelakangnya, ingin memeluk tapi tak sampai hati.

    Cerpen tentang seorang perempuan yang mencari cincin pernikahannya yang terjual di pelelangan untuk menyelamatkan pernikahannya

    akun twitter : @dyarayu

  3. Benedikta Sekar says:

    Kalimat Pertama: Jika mata adalah pancaran hati, maka izinkanlah aku menutup mata karena aku tak ingin mereka melihat ada hati yang hancur di tengah-tengah acara busuk berkedok mulia ini.

    Cerpen tentang: Seorang gadis yang prihatin dengan acara-acara amal yang rupanya hanya kedok para sosialita dan pemangku kekuasaan mendulang nama dan uang. Ia mempertanyakan hati nurani orang-orang, ia mempertanyakan dirinya sendiri, ia mempertanyakan apa yang bisa ia lakukan untuk mengubah kondisi selain berdoa. Dan akhirnya ia kenemukan harapan di antara pertanyaan-pertanyaan itu, karena hatinya yang hancur adalah bukti kalau ia masih punya hati.

    Akun twitter
    @Okage_de

  4. Alfi Syahrina says:

    Kalimat pertama:
    Mengekor segala kegiatan sosial yang sudah mendarah daging baginya adalah salah satu cara aku bertahan. Padahal sebenarnya aku juga korban, korban yang terkepung lama oleh bencana hati yang aku ciptakan sendiri.
    Cerpen tentang:
    Cerita pertemanan yang salah satunya menaruh hati, tapi tidak mampu bilang karena jalinan pertemanan yang erat.
    Akun twitter:
    @Alfisyahrina501

  5. Sri Maria says:

    Kalimat pertama : Aku tak sampai hati membangunkan tubuh mungil nya yang tertidur pulas di tenda pengungsian, lagi pula dia akan menjadi bebanku, hingga aku memutuskan untuk pergi seorang diri.

    Cerpen tentang : Seorang ibu yang tega meninggalkan anaknya yang masih balita di tenda pengungsian.

    Akun Twitter : @sri_mariaa

  6. Nurina Widiani says:

    Seorang relawan duduk tercenung di depan barak pengungsian, matanya nanar menatap arloji perak yang kusam berselimut lumpur dalam genggamannya. Arloji itu mati.

    Cerita tentang seorang relawan yang selalu terjun di tiap bencana tapi gagal menyelamatkan adiknya saat bencana menerjang desanya.

    Akun twitter : @KendengPanali

  7. sri_maria says:

    Kalimat pertama : Bencana besar, Victor mengajakku menjadi relawan bersama tim nya, sedangkan di sana ada Risma, pacarnya.

    Cerita tentang : Victor si Ketua TIM SAR sengaja mengajak selingkuhannya untuk menjadi relawan dalam tim nya padahal di sana juga ada pacar ke satu nya. Tujuannya agar kedua pacarnya saling tahu.

    Akun Twitter : @sri_mariaa

  8. sri_maria says:

    Kalimat pertama : Satu minggu sudah aku berada di sini, bencana itu telah mengubah nasibku, aku tidak terima.

    Cerpen tentang : Seorang kaya raya yang tidak bisa menerima kenyataan kalau kini dia jatuh miskin karena semua hartanya, rumah, uang, aset perusahaan hanyut akibat banjir besar yang menimpa kotanya.

    Akun Twitter : @sri_mariaa

  9. Dedisaputra says:

    Kalimat Pertama : Aku terkejut setelah mendengarkan bahwa tempat Kerabat lama saya terkena Bencana , sungguh malang nasibmu Kawankuuu . Ketika itu Semua masyarakat yang mengalami bencana hanya pasrah tinggal di pengungsian yang amat sederhana tersebut , saya rasa ingin sekali untuk membatu para relawan untuk bergegas menyelamatkan barang barang yang tertimpa bebatuan dan pasir , Tetapi apa boleh buat ? saya nan jauh dari lokasi yang terkena Bencana , dan sayapun meminta bantuan kepada orangtua saya , apa yang saya harus lakukan ? dan mereka pun dengan senang Hati menjawab pertanyaan saya , Berbuatlah Amal Sosial dengan Donasi sumbangan sebisa kamu nak , Dan Rasa kemanusian saya pun bergegas Berapi api tinggi , dengan tidak pikir panjang saya dan teman teman saya membuat sebuah amal sosial , Yaitu meminta minta sumbangan atau ke masyarakat atau donasi kekantor kantor , Tujuan kami adalah ingin membantu korban yang kena musibah tersebut dengan cara apapun meskipun dengan cara Lelang barang yang tidak digunakan itu seperti baju , Dll 🙂

    Cerpen Tentang : Kisah seorang Kerabat dekat dan masyarakatnya yang mengharukan Hati dan Jiwa serta perasaan Publik “” Kawanku sayang Kawanku Nan malang “”

    Akun Twitter :
    @Dedisaputra30

  10. Tika says:

    kalimat pertama:
    Badai Tornado telah meluluh lantakkan pulau terpencil do Selat Karimata donasi dan sumbangan mengalir dari berbagai badan amal di seluruh negeri, bencana ini adalah beban kemanusiaan yang harus kita angkat bersama. Sejumlah relawan diturunkan untuk bahu membahu di barak tenda pengungsian. Sementara itu di Ibukota tengah berlangsung lelang amal untuk menggalang dana korban Badai Tornado yang diselenggarakan pemerintah pusat dan daerah.

    tentang : Bencana Badai Tornado menyatukan rasa solidaritas seluruh negeri pemerintah dan masyarakat bekerja sama membantu saudara kita yang tertimpa bencana.

    @SabrinaShezan

  11. Nilam Vembika says:

    Kalimat pertama: tepat di sebelah sana, tempat sekumpulan bocah lelaki bermain bola, tersimpan kenanganku. Betapa bencana tsunami 10 tahun silam itu dengan mudah membawa segala kenangan indah milikku pergi. Istana, senyum teduh ratuku, celoteh riang milik putri-putriku, hilang lenyap begitu saja.

    Cerpen tentang: lelaki yang kembali ke tanah tempat dia pernah tinggal. Untuk sekadar mengenang hal indah yang dimilikinya dulu bersama istri dan anak-anaknya.

    Akun twitter: @nilnilamve

  12. Dyar ayu budi kusuma says:

    Kalimat pertama : Satu demi satu para pengungsi itu meninggalkan tenda pengungsian, tersisa seorang gadis remaja masih mengapit sebuah album foto, mencoba menemukan kenangan yang ditinggalkan bapak, ibu dan Dimas kekasihnya yang hilang bersama bencana.

    Cerpen tentang seorang gadis remaja yang kehilangan bapak ibu dan kekasihnya karena bencana, gadis itu berusaha meneruskan hidupnya ditemani sebuah album kenangan, satu-satunya barang yang tertinggal.

    Akun twitter : @dyarayu

  13. Roosmita Dewi says:

    Kalimat pertama : Dia tak bisa tidur, selalu begitu. Tubuhnya lelah, tetapi tidak matanya. Begitu banyak kelebatan di benaknya. Relawan cantik yang dia temuai di lokasi bencana, salah satunya.

    Cerpen tentang : cinta yang datang tak terduga di sela-sela tugas mulia.

    Akun twitter : @roosmita_

  14. Benedikta Sekar says:

    Kalimat pertama:
    Demi bra Victoria’s Secret keluaran terbaru, aku bersumpah kalau hanya Abimayu Bramasta yang mampu membuat Princess Renata ini mau berdesak-desakan di antara korban tanah longsor yang aroma tubuhnya seperti kaos kaki busuk, ewwh!

    Cerpen tentang:
    Seorang cewek sosialita, yang demi mengejar gebetannya yang seorang relawan bencana mau ikut ke lokasi pengungsian. Awal mulanya ia merasa risih berada di tempat yang tidak biasanya itu, tapi akhirnya ia pun terenyuh saat ia semakin larut dalam suasana bencana yang merenggut banyak nyawa itu.

    Akun Twitter
    @Okage_de

  15. Benedikta Sekar says:

    Kalimat Pertama:
    Mereka bilang perlu 75 tahun untuk memumbuhkan kehidupan lagi di Hiroshima dan Nagasaki setelah ledakan itu, tapi hari ini aku berada di sini dan melihat kehidupan berlangsung seolah-olah tak pernah terjadi apa pun.

    Cerita tentang:
    Seorang back packer yang menjadikan Hiroshima dan Nagasaki sebagai pemberhentian terakhirnya. Menemukan bahwa kota itu kini telah bangkit dari kemusnahan.

    Akun Twitter
    @Okage_de

  16. Gita Febriani says:

    Kalimat Pertama :
    Saat malaikat turun ke bumi di waktu sepertiga malam, aku bermimpi tentang bumi ini. Di mana pemimpin negara, buruh, pemuda, pemilik perusahaan media dan tokoh agama, berkata ‘stop menjadi manusia egois yang hanya memikirkan perut dan keturunan sendiri’
    ‘atas nama kemanusiaan mari kita mendonasikan 2,5% uang atau bahan makanan untuk saudara kita di 3benua yang setiap hari kelaparan dan mati mengenaskan’

    Cerpen Tentang :
    jangan berharap perubahan besar akan lekas terjadi jika,Banyak orang tua
    terlalu membentuk anaknya
    menjadi berguna hanya untuk diri
    sendiri & keluarga saja.
    Dan saat punya anak nanti, ajari
    mereka jika hidup ini bukan
    cuma tentang mereka & keluarganya.
    Masih ada alam, keadilan & hal
    besar lainnya.

    Akun Twitter :
    @Gita5295

  17. raiisyarahimah96 says:

    Kalimat pertama: langit senja telah mengelap meninggalkan jejak -jejak cahaya jingga di langit barat. Bencana baru saja melanda kota tua itu. Seorang relawan menatap nanar mayat yang terbaring tak berdaya ditimpa reruntuhan bangunan. Kenyataan di depan matanya membuat dia seakan menjadi lumpuh.

    Cerita tentang : seseorang yang baru saja patah hati dan akhirnya memutuskan untuk menjadi relawan di suatu daerah dan disana dia mendapatkan kenyataan bahwa mantan kekasih yang masih dicintaianya meninggal dalam bencana alam.

    Twitter: @raychaaa96

  18. Dini Adinda Aprianti says:

    ” Semenjak kejadian ‘itu’ dia yang tidak ku ketahui namanya selalu berada di dekatku. Dia bilang dia akan menjadi relawan hatiku hingga hatiku sembuh. Dia juga bilang dia akan mendonasikan seluruh waktunya untukku. ”

    ” Seseorang yang rela membuang waktunya demi orang yang dicintainya, sedangkan orang yang dicintainya tidak mengenalinya. ”

    @Monifaay

  19. Nilam Vembika says:

    Kalimat pertama: abadinya senyummu adalah sebuah bencana sendiri bagiku, karenanya aku tak perlu berpikir muluk untuk donasikan kedua bola mataku ini.

    Cerpen tentang: seorang yang aduhai dilanda asmara.

    Akun twitter: @nilnilamve

  20. Yolla Dwi Mutia says:

    Ketika semua orang berubah menjadi sinting, mereka tidak lagi memiliki rasa kemanusiaan terhadap bumi ini. Bumi ini semakin tua tapi mereka terus saja mengeruk isi bumi ini tiada lagi rasa kasihan yang ada hanya kemarukkan. Sungguh bumiku yang malang.

    Menceritakan tentang bumi yang sangat malang karena pemiliknya tidak lagi memeliharanya tapi malah mengeruknya tanpa memiliki rasa kemanusiaan.

    Twitter: @yolladwim

  21. Dyar ayu budi kusuma says:

    Kalimat pertama : Eksistensiku hanya sebatas pengungsi di hatimu, aku hanyalah korban dari sumbangan perhatian dan seuntai senyuman, tapi perlu kau tahu… aku adalah wanita yang rela menunggu hatimu selesai di lelang oleh mereka yang beruntung untuk lebih dekat denganmu.

    Cerita tentang seorang wanita yang rela menunggu seorang laki-laki mengganggapnya ada, walaupun wanita itu sadar cintanya bertepuk sebelah tangan dan tak pernah bersambut.

    Akun twitter : @dyarayu

  22. zihan azrya says:

    Kalimat pertama: Awalnya, aku tidak sakit hati atas semua perlakuan mereka, sampai akhirnya aku melihatnya tertawa, saat bencana yang mereka buat sedemikian rapi untukku berhasil.

    Cerpen tentang: Tentang seorang remaja yang tidak bisa menikmati masa-masa SMA nya karena lebih senang menyendiri. Terlebih dia culun, yang mengakibatkan teman-temannya semakin senang menjadikannya bahan olokan tiap saat. Dia masih menghiraukannya, sampai akhirnya dia melihat orang yang dia suka ikut terlibat mempermalukannya didepan semua teman angkatannya. Karna remaja culun juga manusia, rasa sakit itu tertancap dihatinya. Seperti paku yang tertancap dikayu.

    Twitter: @f_zihaan

  23. Sindi Violinda says:

    Kalimat pertama: Zack sendirian dengan kondisi tangan tinggal satu, mata tinggal satu, kaki tinggal satu. Pasangan yang satunya mana? Hilang entah di mana sejak bencana tak terduga itu. Zack hidup? Masih hidup, bahkan bertekad menjadi relawan.

    Cerpen tentang: Relawan Sebelah berusia 19 tahun dengan nama Zack. Ia bukan hanya kehilangan sebagian dari organ tubuhnya, tetapi hampir saja kehilangan harapan hidup sejak bencana tak terduga yang merenggut semua keluarganya di suatu desa di kota Cane. Kondisi fisik tubuhnya yang serba sebelah, kerap membuatnya sering dipanggil dengan sebutan Relawan Sebelah ketika memutuskan untuk menjadi relawan bencana pada sisa-sisa hidupnya.
    Twitter: @xiundong

  24. HILDA says:

    “Aira, Aira..”, tak sadar ia bergumam lirih seraya berusaha menopang tubuhnya sendiri di tengah riuh suasana dekat barak pengungsian korban bencana tanah longsor di suatu senja di suatu tempat di ujung tanah air.

    Cerpen tentang seorang anak manusia bernama Adam yang tak kuasa menghapus kenangan bersama kekasihnya, Aira. Aira meninggal tujuh tahun silam ketika mereka sedang berlayar ke sebuah pulau di sekitar sebelah barat Pulau Sumatra dalam rangka tugas riset untuk kegiatan perkuliahan. Aira menjadi satu-satunya korban meninggal ketika perahu mereka dihantam ombak besar.

    @hildazulaikha

  25. GesthaRD says:

    Kalimat pertama : Tanpa alas ku ayunkan langkah gontai menyusuri tanah kasar berkerikil. Kucuran tangisku yang tak henti menderai sepertinya tak-akan membuahkan hasil. Sesekali aku berteriak lantang memanggil nama adikku, mataku tak lepas celingak celinguk ke setiap posko untuk mencari anak bungsu orang tuaku yang sampai kini belum berhasil kutemukan. Aku lelah berjalan, aku lelah mencari. Pandanganku perlahan gelap. berjam-jam kemudian aku tersentak. Agak kabur, kulihat seseorang berseragam seperti relawan lain memenuhi seluruh penglihatanku. Lirihnya pun berkata, “Kinara, ini aku. Apa kau masih mengenaliku?”

    Cerita tentang : Kinara yang sibuk mencari adiknya yang hilang akibat tanah longsor kemudian bertemu relawan yang pernah ia kenali bertahun-tahun silam.

    Twitter: @AltGST

  26. MasGuh says:

    Kalimat Pertama:
    Keriput yang menghias malas di sekitar kelopak mata Nyonya Amal tak mampu membohongi siapapun bahwa ia pernah rupawan, tapi itu dulu, sebelum lelaki brengsek itu membawa hati dan dunianya pada sebuah bencana.

    Cerpen tentang: Perempuan bangsawan bernama Amalia pernah menjadi idola pada masa mudanya, jauh sebelum sebuah bencana melanda kampung dan alih-alih menolongnya, seorang lelaki brengsek yang punya masa lalu kelam dengan keluarga Amalia “menyelamatkan”-nya dan membawa ke dunia yang tak pernah diduga oleh perempuan naas itu sebelumnya.

    akun Twitter
    @hermawanpuguh

  27. Cintya D. Arsari says:

    Kalimat pertama : Harus berapa lama lagi aku menunggu? Batinku sedari tadi meronta untuk menghentikan penantian yang kurasa takkan berujung. Perkenalan kami enam bulan silam melalui salah satu media sosial telah menumbuhkan perasaan yang tak pernah diharapkan.

    Cerpen tentang : Seorang gadis yang mengenal laki-laki misterius namun berhasil mencuri hatinya–melalui salah satu media sosial. Mereka dekat, namun tak lantas bisa bersama karena laki-laki itu lebih memilih menyembunyikan jati dirinya.

    [Akun Twitter] @cintyaarsarii

  28. Deasy says:

    Kalimat pertama: Ikhlas masuk ke barak pengungsian dengan mata yang sedemikian puas, dalam hati ia berjanji setelah lelang siang tadi dirinya akan tetap terus menambahkan rasa kemanusiaan hidupnya dengan tidak menghilangkan senyum sampai meja operasi disiapkan 3 hari lagi.

    Menceritakan tentang Ikhlas, seorang pemuda sehat yang sudah melelangkan seluruh organ dalam tubuhnya (jantung, paru-paru, dan semacamnya yang bisa didonor) kepada orang-orang mampu yang membutuhkan dan mendapatkan banyak uang untuk membantu para pengungsi. Ia merasa hal ini paling benar dan harus dilakukan, karena dalam kerumunan pengungsi ada gadis murung yang begitu dicintainya telah kehilangan segala yang ia miliki. Lagian, Ikhlas berpikir, sesuai dengan namanya sendiri, ia mungkin memang selalu ditakdirkan untuk selalu rela dan ikhlas demi orang yang dicintainya, walau harus kehilangan nyawa. Operasi pengangkatan organ-organ dalam tubuhnya akan diadakan 3 hari setelah lelang.

    @deasyds

  29. Wulida says:

    Hari berlalu begitu cepat setelah berbagai kepedihan menimpa. Satu per satu pengungsi mulai meninggalkan tenda pengungsian, Namun ia masih di sana, masih setia menatap nanar pada senja yang dulu membawa suasana damai dihatinya, namun kini senja telah merebut semua yang ia miliki.

    menceritankan tetntang seorang wanita yang menunggu senja mengembalikan semua yang dulu ia miliki, meskipun ia tahu senja tak dapat melakukannya

    twitter: wulidana

  30. Cintya D. Arsari says:

    Kalimat pertama : Senyumku tak mampu disembunyikan lagi melihat anak-anak itu menekuri buku-buku yang kuberi. Seraya menghapus air mata yang meluncur dari ujung mataku, aku berusaha menahan sesak di dada yang tiba-tiba kurasa. Melihat sekolah-sekolah tak layak huni ini membuatku ingin lebih lama lagi menjadi relawan di sini. Aku siap mewujudkan mimpiku; mengabdi untuk pendidikan anak negeri yang kucintai.

    Cerpen tentang : seseorang yang sejak kecil bercita-cita mengabdikan diri untuk pendidikan di Indonesia. Setelah dewasa, ia menjadi relawan di daerah pelosok. menjadi guru sukarela di sekolah yang tak tersentuh tangan pemerintah.

    Twitter : @cintyaarsarii

  31. Iyas says:

    Kalimat pertama : Duniaku terasa berputar 180 derajat saat kusadari sekarang aku berada di pengungsian sebagai korban bencana alam, padahal beberapa jam yang lalu aku baru saja menjadi seorang relawan kemanusiaan di pelosok negeri ini.

    Cerpen tentang : Kekuasaan Tuhan atas makhluk-Nya
    Akun Twitter : @diasshinta

  32. GesthaRD says:

    Cerita pertama : “Apa? Kau ingin menginap di sini? Kau kira rumahku ini tempat pengungsian? Menampung istri tak bersuami anak tak berbapak seperti kalian? Haha, tak sudi! Biaya hidup kalian nantiny hanya akan menambah beban hidupku saja. Enyahlah kalian berdua dari hadapanku!”
    Seketika Andre menyepakkan kaki mendorong perut Maya yang memelas berlutut didepannya. Maya yang kesakitan, secepat kilat bangkit, terus menarik dan berusaha memeluk kaki abang sulungnya itu yang hendak meninggalkannya di teras depan.
    “Bang, tolonglah bang. Kami tidak tau lagi harus meminta bantuan dimana selain kepada abang. Saudara ku sekarang hanyalah abang. Setelah bencana tsunami 4 bulan kemarin, kami benar-benar kehilangan segalanya. Uang, harta benda, bahkan suamiku, bang. Izinkan kami tinggal di rumah abang dalam beberapa bulan ini saja bang. Tak kah abang tega melihat keponakkan abang yang kecil ini harus tidur kedingingan di depan ruko? Atau kolong? Ku mohon bang.” Andre seketika menghentikan langkahnya. Menoleh ke Maya dengan raut sinis “Oh, jadi kau ingin mengadu nasib kepadaku? Mau menyusahkan aku dan anak istriku? Sebenarnya aku turut prihatin denganmu. Tapi ini kesalahanmu sendiri. Sudahku bilang jangan menikah dengan Roy. Buktinya sekarang? Kau menikah dengan dia, lalu tinggal di kotanya. Dan kalian terkena bencana, lalu Roy meninggal. Apa jadinya? Kau terlalu pembangkang padaku!” Andre kembali menghentakkan kaki dan melepaskan pegangan tangan Maya. Ia menutup pintu sekeras-kerasnya. Membiarkan adiknya, Maya yang tak kuasa menahan tangis, Ia berlari menghampiri putri kecilnya yang sedang tampak kebingungan itu, lalu memeluknya erat-erat.

    Cerita tentang : Maya dan anaknya yang menjadi korban bencana sampai harus kehilangan sang suami diusir secara kasar oleh sang kakak karena kakaknya sudah tidak sudi Maya dan ananknya tinggal di rumahnya.

    Twitter : @AltGST

  33. Iyas says:

    kalimat pertama: Hatiku bergetar saat pertama kali memijakkan kaki di lokasi bencana itu, layaknya mental seorang relawan yang turut terguncang.

    Cerpen tentang : jiwa seorang relawan yang turut terguncang karena melihat kondisi bencana yg ada dihadapannya

    akun twitter : @diasshinta

  34. Iyas says:

    kalimat pertama: Ternyata Tuhanku teramat baik, Dia masih mengizinkan aku untuk tetap hidup di pengungsian ini sebagai korban bencana yang masih bernapas.

    Cerpen tentang : mukjizat Tuhan

    akun twitter : @diasshinta

  35. anisantika says:

    Kalimat pertama:
    Menjadi relawan itu bukan pekerjaan yang mudah, butuh keikhlasan dan tekad kuat untuk menjalankan pekerjaan mulia tersebut.

    Cerpen tentang: Pengalaman pertama menjadi relawan di bencana gunung Kelud.

    Akun Twitter: @AntikaAnis

  36. Humaira says:

    Kalimat pertama : Sore itu disebuah lorong rumah sakit,duduk seorang dokter relawan sambil menelungkupkan kepalanya dibalik kedua tangannya didepan ruang ICU, berharap pasien wanita yang berada didalam dapat tertolong. Cinta yang selama ini tersembunyi dan ditutupinya tak mampu untuk ia tahan terus menerus, ia ingin mengatakannya walau hanya tersisa sedikit waktu untuk memberitahunya. “Aku disini ada untukmu, menunggu mu dan berharap kesembuhanmu. ”
    Meski hanya dengan sedikit harapan.

    Cerita tentang : seorang dokter yang menjadi relawan ditempat penderita kanker disela kesibukannya. Bertemu dengan seorang wanita penyendiri yang hidupnya terasing dan jatuh cinta padanya.

    Akun twitter : @RaaChoco

  37. Humaira says:

    Kalimat pertama : 10 tahun lalu gempa di kotaku meluluhlantahkan semuanya, aku yang dulu tertimbun reruntuhan ditolong oleh seorang relawan pria yang begitu baik. Kini aku berdiri disebuah tempat pengungsian korban tanah longsor, melihat begitu banyak tangisan, raungan dan jeritan orang orang yang kehilangan keluarga dan sanak saudara. Di ujung tenda aku melihat dari sudut mataku seorang pria yang ku kenal sedang menyendiri dengan pandangan kosong.

    Cerita tentang : seorang relawan wanita yang dulunya seorang korban, terinspirasi menjadi relawan karena orang yang menolongnya. Namun takdir berkata lain, dia dipertemukan dengan relawan yang dulu menolongnya kini menjadi korban bencana alam.

    Akun twitter : @RaaChoco

  38. Humaira says:

    Kalimat pertama : seorang kakek berjalan tertatih-tatih dibawah hujan di tengah jalan membawa papan meminta sumbangan dari para pengguna jalan untuk korban dari bencana alam yang terjadi dikota asalnya.

    Cerita tentang : seorang kakek yang sedang merantau di kota.

    Akun twitter : @RaaChoco

  39. Yuni says:

    Kalimat pertama: Bayi tak berdosa di pengungsian itu, matanya menyiratkan masa laluku, gurat nestapanya memanggilku kembali ke masa 19 tahun silam.

    Cerita: Seorang relawan korban bencana yang melihat kembali masa lalunya lewat kehidupan seorang bayi. Karena hal tersebut pula, ia bisa melihat bagaimana sudut pandang orang lain ketika melihat kehidupannya. Dulu ia aktor! Sekarang ia penonton.

    Akun Twitter: @yuniamidong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s