#FF2in1 – Semoga Ketika Kamu Kembali, Saya Belum Mati

Kamu mati terlalu cepat, dan saya belum menyiapkan rencana apa-apa. Jadi malam tadi, saya mendatangi rumah duka tempat kamu disemayamkan sebelum hendak mereka kuburkan. Saya akan mendatangi kamu sebentar saja. Alasannya dua, karena rindu dan hendak melaksanakan janji.

Saya belum lupa dengan keinginan yang pernah kamu bilang. Waktu itu kita sedang di atas kapal menuju pulau Sumatera. “Nanti kalau saya mati, jangan kubur jasad saya. Kremasi saja, lalu sebarkan abunya di Selat Sunda.”

Kamu membicarakan perihal kematian seringan kamu mengatakan kalau baju yang saya pakai bagus. Sementara saya hanya bisa gigit jari karena kamu tak bisa dibantah. Saya tak mau membantah.

Kamu berbicara tentang kematian dengan mudah. Seolah lupa kalau kita punya janji untuk terus bersama. Mati pun mestinya sama-sama.

Malam tadi saya mendatangi rumah duka itu. “Bukan begitu menurut kepercayaan kami.” Teriak ibumu ketika orang-orang suruhan saya mengangkat tubuh kakumu dan memasukkannya ke bak belakang mobil. “Yang mati akan kami makamkan. Bukan dibakar.” Erangnya. Mengiba.

Saya masih ingat janji kita. Dan saya akan menunggu. Saya percaya reinkarnasi. Kamu juga, kan? Meski saya harus menunggu hingga seribu tahun, tak apa. Semoga ketika kamu kembali, saya belum mati.

***

Flash fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis.

Advertisements

One thought on “#FF2in1 – Semoga Ketika Kamu Kembali, Saya Belum Mati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s