#NulisRandom2015 – Adil

  

Malam kemarin saya bertandang ke rumah Maria. Ketika saya datang, Maria sedang berbicara dengan dua asistennya. Saya terpaksa menunggu. Sembari menunggu, saya perhatikan obrolan mereka.

Maria menyerahkan sebuah amplop putih kepada asistennya yang berkacamata, dan menyerahkan sebuah tas yang cukup besar kepada asistennya yang agak gemuk. Setelah menerima barang-barang tersebut beserta penjelasan terakhir dari Maria, mereka pergi.

“Mengapa kamu menyuruh dua orang untuk melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh satu orang?” Saya bertanya ketika Maria berjalan mendekati saya.

“Saya harus adil.”

“Adil memberi pekerjaan? Saya pikir, adil hanya perlu ketika membagikan honor.”

Saya tertawa. Maria menahan tawanya karena ia seperti ingin menjelaskan sesuatu.

“Pemimpin seperti itu yang jarang kita punya, Yu. Pemimpin yang adil ketika memberi pekerjaan, tidak hanya adil ketika memberi upah.”

“Jadi, adil seperti apa yang kamu lakukan tadi? Yang satu pergi ke bank, besok. Dan yang lain pergi mengantar pesanan malam ini padahal ini sudah di luar jam kerja.”

“Inilah yang saya pelajari dari pendahulu-pendahulu kita. Mereka itu, dulu, asal menyuruh, asal memerintah. Tak pernah mempertimbangkan kemampuan anak buahnya. Tak bisa melihat potensi. Asisten saya tadi, yang satu bagus tentang angka, sementara yang satunya pandai membaca peta. Kamu mau tahu apa jadinya kalau dua pekerjaan tadi saya berikan pada orang yang berbeda atau saya serahkan hanya pada satu orang?”

Saya mengangguk pasti.

“Uang dalam amplop tidak akan sampai pada orang yang tepat. Begitu juga dengan pesanan barang tadi. Dan efek dari kesalahan tersebut bisa ke mana-mana.”

“Tapi, di luar sana banyak pemimpin yang tak bersikap adil. Mereka menyamaratakan kemampuan anak buahnya.”

“Itu berarti mereka sedang bersikap setara. Padahal adil dan setara itu berbeda.”

“Bedanya?”

“Adil berarti kamu memberi beban kerja 100 kg kepada pegawai yang kemampuannya mengerjakan beban seberat 100 kg, memberi beban kerja 60 kg kepada pegawai yang kemampuannya mengerjakan beban seberat 60 kg. Setara berarti kamu memberikan beban kerja seberat 100 kg kepada semua anak buah. Tanpa mempertimbangkan berapa kemampuan mereka masing-masing.”

“Efek terburuknya?”

“Efek terburuk dari setara?”

Lagi-lagi saya mengangguk.

“Ada tiga. Satu, pekerjaan seberat 100 kg yang kamu berikan kepada pegawai dengan kemampuan 60 kg, tidak akan selesai dengan baik. Dua, anak buah yang kemampuannya 60 kg tetapi kamu berikan pekerjaan seberat 100 kg akan membencimu. Tiga, kamu akan mendapatkan keduanya.”

Saya diam, mencerna kata-kata Maria. Benar juga.

“Jadi, kamu mau bersikap adil atau setara?”

“Adil, dong.”

“Semoga kamu masih ingat ini ketika nanti kamu benar-benar menjadi pemimpin.”

“Maksud kamu saya tidak bisa konsisten?”

“Tidak, saya hanya mau bilang bahwa manusia itu berubah. Seperti tujuan kamu datang. Harusnya menceritakan masalah, tetapi malah mendengar penjelasan mengenai adil dan setara.”

“Kok kamu tahu kalau saya datang untuk menceritakan masalah?”

“Saya melihat potensi.”

Kami tertawa. Dan saya baru menyadari bahwa tak perlu menunggu nanti ketika jadi pemimpin, karena sekarang pun saya sudah tidak konsisten.

***

Advertisements

9 thoughts on “#NulisRandom2015 – Adil

  1. Anindita Hendra says:

    *manggut-manggut bacanya*
    Jadi inget sama sistem pendidikan Indonesia. Banyak yang tidak adil. Semua murid disamaratakan. Padahal kemampuannya tak setara. Sedih 😦

    • ManDewi says:

      Banyak hal lain juga, sih, kalau kita mau jujur melihat sekitar. Tapi, ya, semoga bisa bersikap adil dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dari sekarang. Halah. x))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s