Dilarang Bersuara

*

“Mas, itu kenapa tokoh utama laki-lakinya malah sembunyi, bukannya balas dendam?”

Kursi studio 1 malam itu terisi hampir seluruhnya dan Bob tidak mau menjadi sasaran kekesalan penonton lain karena keributan yang dibuat oleh perempuan yang duduk di sebelah kirinya. Bob memintanya untuk tidak bersuara, “Sssttt…”

“Tapi itu penjahat perempuannya sudah tahu di mana dia bersembunyi.”

Dua orang di sebelah kiri Andrea, juga Luna—perempuan yang duduk di sebelah kanan Bob, serentak menoleh ke arah Andrea.

“Mbak, berisik banget sih.” Kata Luna kepada Andrea. “Mas, bukannya dia nonton sendiri, ya. Kok nanya-nanyanya ke kamu? Huh!” Luna berbisik sambil menggamit lengan Bob, kekasihnya.

 

***

 

*) Ditulis untuk #FFRabu – Monday Flash Fiction dengan topik FILM
**) 100 kata tidak termasuk judul dan catatan kaki

Advertisements

4 thoughts on “Dilarang Bersuara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s