Lima Hal yang Harus Kamu Ketahui untuk Mencapai Kebebasan Finansial

“A big part of financial freedom is having your heart and mind free from worry about the what-ifs of life.”
–Suze Orman

*

Menjadi pegawai dengan gaji tetap setiap bulan, membuat sebagian orang mulai bisa menata pengeluaran pribadi berdasarkan skala prioritas. Namun kebiasaan melakukan pengeluaran, tidak serta merta membuat seseorang menjadi ahli dalam hal mengatur/merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan (financial goals). Masih banyak yang setiap bulan dihantui perasaan ragu (termasuk saya). Sudahkah kita melakukan hal-hal yang tepat dalam rangka mencapai tujuan keuangan yang kita inginkan? Jika iya, maka kita bisa merasa tenang. Jika tidak, bagaimana cara yang tepat dalam mengatur keuangan pribadi demi manfaat maksimal di kemudian hari? Karena, we know, kita hidup tak hanya di bulan ini.

Sebagai anak kos, saya berjuang untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar untuk satu bulan ke depan terpenuhi. Pengeluaran minimal yang harus diamankan dari gaji bulanan adalah pembayaran sewa kos, pengeluaran untuk makan, dan biaya transportasi. Sisa gaji? Dana darurat (berobat misal mendadak sakit, beli tiket misal mendadak harus mudik, belanja baju kalau mendadak ada yang mengajak kencan), piknik, dan investasi. Singkatnya, pengeluaran atas sisa gaji dimaksimalkan untuk mencapai tujuan keuangan dan merasakan yang namanya kebebasan finansial.

Sempat ikut seminar keuangan ala-ala dengan harapan bisa dapat minimal satu pelajaran sederhana tapi bisa konsisten dipraktikkan untuk mencapai apa yang menjadi tujuan keuangan saya.

1. Kebutuhan versus keinginan
Sebelum mempraktikkan tip-tip perencanaan keuangan tingkat tinggi, saya setuju bahwa ada satu pelajaran dasar yang sudah harus kita kuasai terlebih dahulu. Yup, membedakan kebutuhan dan keinginan. Banyak anak muda zaman sekarang yang menganggap traveling sebagai kebutuhan padahal apa sih tujuan kita traveling? Menantang diri keluar dari zona nyaman, ingin melihat dunia luar, tuntutan pekerjaan (impian banget, nih), atau hanya sekadar pamer? Sehingga mereka (saya juga, sih) kita akan lebih tertarik membaca artikel berjudul ‘Cara Mudah Menyisihkan Uang Agar Bisa Traveling’ daripada ‘Cara Mudah Menyisihkan Uang Agar Bisa Berinvestasi’. Belum lagi kalau membahas soal kebiasan ngopi di coffeeshop, nonton di bioskop mahal, dan lain sebagainya. Seolah-olah kita hanya hidup hari ini dan lupa kalau biaya katering dan bulan madu semakin mahal. *uhuk*

Omong-omong, bulan madu itu kebutuhan atau keinginan, ya? Hmm… *mikir keras*

2. Menentukan tujuan keuangan  
Tujuan keuangan adalah target  yang ingin kita capai di masa depan yang membutuhkan uang dalam jumlah tertentu. Tujuan keuangan masing-masing orang berbeda-beda tergantung pada berbagai faktor. Tujuan keuangan mereka yang masih di usia 20an akan berbeda dengan tujuan keuangan orang-orang usia 30an. Tujuan keuangan anak muda yang masih lajang akan berbeda dengan tujuan keuangan mereka yang sudah menikah. Dari segi waktu, tujuan keuangan juga bisa diklasifikasikan menjadi tujuan jangka pendek (traveling), jangka menengah (beli mobil atau renovasi rumah), atau jangka panjang (persiapan pensiun atau menyiapkan warisan).

Semakin rinci tujuan keuangan dibuat, akan semakin baik. Kalau perlu, tujuan keuangan dapat mencantumkan target tanggal pencapaian, berapa jumlah rupiah yang diperlukan, kapan mulai menyisihkan dana, dan berapa yang harus disisihkan. Untuk mencapai hasil maksimal, tentu kita harus disiplin dalam menjalankan rencana tersebut.

3. Menabung versus berinvestasi
Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, saya masih punya sisa dana yang menurut teori perencanaan keuangan sebaiknya diinvestasikan. Selama ini saya cuma menabung, padahal ada perbedaan besar antara menabung dan berinvestasi. Bila dikaitkan dengan tujuan keuangan, menabung cenderung untuk tujuan menyiapkan dana darurat atau membiayai rencana jangka pendek seperti membayar biaya kuliah semester depan (bagi yang membiayai kuliahnya sendiri), bayar uang muka rumah, dan lain sebagainya. Sedangkan berinvestasi cenderung untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah atau jangka panjang. Misal, biaya sekolah anak delapan tahun lagi atau untuk mengamankan masa pensiun. Selain itu, percaya atau tidak, tujuan investasi juga adalah untuk berlomba dengan inflasi, karena bila tidak berhasil mengalahkan inflasi tanpa disadari sebenarnya kita kehilangan sejumlah uang

4. Memilih produk keuangan yang tepat
Produk keuangan merupakan media tempat kita mengalokasikan sejumlah dana dalam rangka mencapai tujuan keuangan. Dengan kata lain, produk keuangan adalah pilihan cara yang kita rasa tepat untuk menabung, berinvestasi, atau lain sebagainya. Ketika hendak menabung, bank akan memberikan berbagai penawaran produk (keuangan) mulai dari tabungan harian, tabungan rencana/berjangka, sampai deposito. Ketika kita ingin berinvestasi, maka ada saham, obligasi, reksadana, atau komoditas seperti emas, properti, dan mata uang asing. Misal kita memutuskan untuk beriwirausaha, maka kita bisa memilih waralaba, MLM, atau direct selling. Sekali lagi, sesuaikan dengan tujuan yang ingin kita capai.

5. Asuransi 
Belum semua generasi muda menyadari pentingnya memiliki asuransi, bahkan sebagian besar menganggap asuransi sebagai ajang untuk membuang-buang uang. Apalagi setelah diresmikannya program BPJS Kesehatan dari pemerintah yang membuat mereka menganggap bahwa BPJS Kesehatan (dengan premi yang jauh lebih kecil daripada premi asuransi) sudah cukup untuk melindungi masa depan mereka. Memang, sih, asuransi kesehatan umum dengan BPJS sama-sama terkait dengan ‘mengamankan’ biaya kesehatan yang nanti mungkin timbul. Dengan memiliki jaminan kesehatan, kita sudah menghilangkan satu permasalahan keuangan di masa depan (ini merupakan tujuan keuangan juga). Tetapi ada perbedaan mendasar antara BPJS Kesehatan dengan asuransi umum.

Pertama, BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah yang bersifat social security. Artinya pemerintah menjamin rakyat memiliki akses terhadap layanan kesehatan sebagai kebutuhan dasar. Sedangkan asuransi umum lebih bersifat manage care, artinya pemahaman masyarakat sudah bergeser dari jaminan memperoleh perawatan kesehatan ke kesadaran untuk ‘mengatur’ cara memperoleh layanan kesehatan dengan kualitas yang diinginkan. Kedua, BPJS Kesehatan hanya dapat digunakan di rumah sakit  dalam negeri, sedangkan asuransi umum memungkinkan pemilik polis untuk memanfaatkan kepemilikan polisnya di berbagai belahan dunia. Alasan kedua ini sangat cocok untuk mereka yang kerap bepergian ke luar negeri seperti traveler. Ketiga, BPJS Kesehatan memerlukan proses yang bertahap untuk bisa didapatkan manfaatnya. Masyarakat harus ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit. Sedangkan asuransi umum memungkinkan pemilik polis untuk langsung berobat ke rumah sakit pilihan dan mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat. Ini merupakan privilege tersendiri bagi pemilik polis asuransi umum. Terakhir, dibandingkan program BPJS Pemerintah, perusahaan swasta memiliki pilihan jenis asuransi yang beragam disesuaikan dengan berbagai kebutuhan seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kendaraan, dan lain sebagainya.

*

Jadi, sudahkah kamu memiliki tujuan keuangan? Sudah sampai di tahap manakah kamu saat ini? Kalau mau berhasil, yuk, atur uangmu dari sekarang!

***

Advertisements

8 thoughts on “Lima Hal yang Harus Kamu Ketahui untuk Mencapai Kebebasan Finansial

  1. zarirah says:

    “Omong-omong, bulan madu itu kebutuhan atau keinginan, ya? Hmm… *mikir keras*”
    Dua-duanya kaaakk haha

  2. andhikamppp says:

    Lah aku kok ngakak sama ini : Omong-omong, bulan madu itu kebutuhan atau keinginan, ya? Hmm… *mikir keras* : -)))

    Kalau gitu, pesta pernikahan, perlu? harus atau cuma sekedar gengsi?

  3. uni dzalika says:

    baru masuk jadi orang kantoran dan pas banget baca ini. aku akan terapkan apa yang ditulis mbok, hahaha. makasih banyak untuk ulasannya ya 🙂 aku akan berhemat!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s