#FF100Kata – Perempuan Itu

Ada yang aneh dengan perempuan itu. Ini musim hujan tetapi pakaiannya begitu tipis. Aku bisa melihat pakaian dalam yang ia pakai. Merah.

Aku merapatkan jaket dan terus berjalan. Sebentar lagi, aku akan berpapasan dengannya. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat aku tidak kuasa mengalihkan pandangan. Mataku terkunci di matanya. Marah?

“Ini musim dingin…” Gumamku pelan ketika melewatinya.

“Maaf, kamu bilang apa?” Mendadak wajahnya muncul dari arah samping.

“Hah? Tidak apa-apa.” Aku mempercepat langkah. Merinding dan ketakutan. Sekali lagi aku melihat ke arahnya. Sebuah pisau lipat diacungkan ke arahku.

“Gila.” Aku memasuki halaman rumah dan di beranda, kucingku menggelepar. Bersimbah darah.

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

#FF100Kata – Generasi Kedua

Aku terbangun pagi ini dan menemukan mereka berkumpul. Terlihat asyik sampai-sampai tidak menyadari kedatanganku. Jangan harap kalian berumur panjang. Beberapa hari yang lalu aku telah membunuh ribuan kaum kalian dengan brutal. Aku tak merasa bersalah, asal kalian tahu. Aku pikir kekejamanku itu akan membuat kalian kapok. Tapi sepertinya aku salah.

Kali ini tidak akan ada yang lolos. Aku mengambil sebuah kawat tebal yang sudah terikatkan kain di ujungnya. Gulungan kain tersebut, aku celupkan ke dalam botol minyak tanah dan aku bakar.

“Enyah kalian semua!” Kataku penuh emosi sambil mengarahkan kobaran api tersebut ke dalam toples gula yang dikerubuti semut-semut.

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

#FF100Kata – Me(mper)mainkan Aku

20131119-144719.jpg

“Aku suka warna merah menyala. Seksi. Apa dia juga?”

Suaranya mendesah. Kedipan matanya nakal. Dadanya membusung dari balik kemeja transparan. Sengaja. Sementara itu, sesuatu bereaksi di bawah sini. Sialan.

“Seksi? Tentu saja.”

“Haha. Suka merah. Apa dia juga suka warna merah?”

“Oh, he-eh. Iya.” Aku mengusap dahiku yang berkeringat.

“Aku akan memakainya. Tapi, jangan bayangkan dia. Bayangkan aku saja.” Ia menyentuh dadaku dan mempermainkan dasiku.

Kau pandai mempermainkan dasiku. Apa kau juga pandai mempermainkan benda lain milikku?

“Bo-boleh juga.”

Perempuan itu mengambil sepasang lingerie berwarna merah menyala lalu berjalan ke fitting room. Aku mengikutinya dengan gugup. Semoga Lisa menyukai pilihanku.

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata