Eleven Minutes

Kalau aku hendak menceritakan kisah hidupku hari ini, bisa kulakukan dengan cara yang akan membuat mereka mengira aku perempuan yang pemberani, bahagia, mandiri. Omong kosong: aku bahkan tidak dibolehkan untuk mengucapkan satu-satunya kata yang lebih penting dari sebelas menit itu — cinta.

Selama hidupku aku menganggap cinta sebagai semacam perbudakan yang dijalani dengan suka rela. Itu bohong.: kebebasan hanya eksis kalau ada cinta. Orang yang memberikan dirinya sepenuhnya, orang yang merasa paling bebas, adalah orang yang mencintai dengan sepenuh hatinya.

Dan orang yang mencintai dengan sepenuh hatinya merasa bebas.

Itulah sebabnya, apapun yang kualami, kulakukan, atau kupelajari, tak ada yang masuk akal rasanya. Kuharap masa ini berlalu cepat, sehingga aku bisa melanjutkan pencarian diriku. Dalam bentuk laki-laki yang memahamiku dan tidak membuatku menderita.
Tapi kenapa aku berkata begini.? Dalam cinta tak seorang pun bisa menyakiti orang lain: kita masing-masing bertanggung jawab atas perasaan kita sendiri dan tidak bisa menyalahkan orang lain atas apa yang kita rasakan.

Sakit rasanya sewaktu aku kehilangan pria-pria yang membuatku jatuh cinta. Tapi sekarang aku yakin tak ada yang namanya kehilangan itu, sebab orang tidak memiliki orang lain.

Itulah pengalaman kebebasan yang sesungguhnya, mempunyai hal paling penting di dunia tapi tak memilikinya.

***

Sejak remaja, Maria memang tidak percaya dengan yang namanya cinta sejati. Pun ketika Ia memutuskan untuk bekerja sebagai pelacur, yang nyata-nyata semakin menjauhkannya dari cinta sejati. Tapi lambat laun ketidakpercayaannya akan cinta sejati mulai runtuh. Pengalaman-pengalaman apa yang kemudian membawa Maria pada cara pandang baru mengenai berbagai hal (tak hanya cinta).?

***

Percaya bahwa seseorang itu bisa berubah seiring pengalaman hidupnya.? Saya percaya. Paulo Coelho juga percaya. Dan cara Paulo Coelho dalam menceritakan perubahan pola pikir/cara pandang si tokoh utama itulah yang membuat saya tak pernah bosan membaca karyanya.

Jangan ragu untuk segera menikmati bacaan ini. Bukan bacaan ringan, sih tapi saya yakin Anda akan menyukainya. Selain itu, saya juga percaya, di bagian-bagian tertentu dari novel ini, akan banyak diantara Anda yang merasa bahwa Paulo Coelho sedang menceritakan tentang diri Anda.

Tidak percaya.? Coba saja. 😀

Simak salah satu perubahan/perkembangan cara pandang Maria mengenai hidupnya disini. Semakin penasaran.? Tentu saja. 😀

Love, Rosie by Cecelia Ahern

I keep thinking that my Romeo is standing on the pavement below my window calling me and throwing stones up to awaken me from my slumber. Then I remember that it’s Saturday night, one o’clock in the morning, the pub has just closed, drunken man are shouting their special order over the counter, and the stones against my window are the rain. But a girl can always dream. (Rosie)

***

Rosie: Is it a date?
Katie: No! I couldn’t date Toby. It’s Toby! We’re just going to catch up.
Rosie: Whatever you say Katie dear.
Katie: Honestly Mum! I couldn’t date Toby, he used to be my best friend, it would be too odd.
Rosie: I don’t see anything wrong with dating your best friend.
Katie: Mum it would be like you dating Alex!

***

Dear, Rosie
Today I love you more than ever, tomorrow I will love you even more. I need you more than ever, I want you more than ever. I’m a man of fifty years of age coming to you, feeling like a teenager in love, asking you to give me a chance and love me back.
All my love,
Alex

***

Potongan percakapan diatas saya ambil dari sebuah novel karya Cecelia Ahern yang berjudul Love, Rosie. Temanya masih seputar cinta. Tapi kali ini tentang cinta yang tak disadari oleh si pemilik hati. Walaupun Alex dan Rosie adalah sahabat karib sejak kecil, tapi mereka tak pernah menyadari perasaan cinta tersebut sampe mereka dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing. Dituturkan melalui percakapan instant messaging, email, surat (konvensional) dan kartu ucapan, novel ini menjadi menarik karena melibatkan juga ikatan kekeluargaan yang sangat erat.

Bagi para wanita, khususnya, yang menikmati membaca cerita cinta, kemungkinan besar akan menyukai jalinan cerita dalam novel ini.

Selamat membaca.

🙂