Ingin

Ingin
 
Betapa ingin kubercerita padamu
ketika kita saling memandang, saling menembus keheningan
ketika mulut kita terkunci kekaguman
ketika kata-kata kehilangan kesempatan
 
Di bawah bulan separuh lingkaran, angin bergelayut di dahan
kamu bergelayut di dada, menembus jiwaku
getaran jantung bersyair untukmu.
Sunyi mencair
seperti hening menitik dalam butir embun kuntum matamu
 
Betapa ingin kubercerita padamu
tentang perjalanan menciptakan pagi dan sebongkah matahari
untuk menjelaskan makna cahaya
dan betapa kehangatan adalah bahasa pertemuan yang diciptakan cinta
Advertisements

Di Tengah-tengah

Aku hanya bisa memandangnya, khawatir
Sungai kering yang tak lagi mengalirkan air
Dan tanpa air, perahu kertas-perahu kertas darimu tak akan pernah sampai padaku
Ya. Sejak sungai itu kering, tak ada lagi kabar tentangmu

Disini, rinduku menganga semakin lebar
Menggelitik hatiku agar bisa yakin bahwa kau masih disana, karena aku masih disini
Di muara sungai yang masih kering
Duduk tak tenang sambil berharap hujan akan mengembalikan air ke hulu
Duduk gelisah menunggu perahu kertas-perahu kertas itu membawa kabar
Ya. Semacam membodohi diri

Kau disana, gemetar gelisah dan akal dalam penghabisan
Mendongak memeriksa langit setiap kali terdengar angin dan awan saling bersahutan
Lalu tertunduk lagi, karena mereka terkikik menggoda, ternyata mereka bersekutu
Angin, pergi lagi. Awan, putih lagi
Kau mulai tak sabar

Sudah berapa lama aku disini, aku tak tahu
Sudah berapa kali aku tarikan tarian hujan disertai mantra-mantra, aku sudah tak menghitung lagi
Sudah berapa kali aku terduduk lelah, terbaring, tertidur dan terbangun lagi disini, aku benar-benar tak peduli
Karena kalau memang angin, awan dan hujan tak datang membantu, harusnya kita bisa temukan cara lain

Lalu, disana, kau tertawa pada angin dan awan
Jangan goda aku seperti itu. Aku sudah temukan cara lain untuk sampaikan kabar. Aku tak butuh kalian lagi. Pensiun sajalah.!

Disini, ditengah ketidaksabaranku
Tiba-tiba aku ingin berjalan
Mengikuti dorongan dari dalam diri ini menuju ke hulu
Menyusuri pinggiran sungai kering yang ditumbuhi benalu
Lama aku berjalan
Sampai aku melihatmu di kejauhan
Benarkah itu kau.?

Disana, entah bagaimana awalnya, kau mengikuti saja kakimu yang mulai melangkah ke hilir
Begitu melihatku, kau bilang
Ada dorongan yang sangat besar dari dalam diri ini untuk berjalan mengikuti alur perahu kertasku.

(Akhirnya) Kita bertemu disini
Ditengah-tengah

😀