Ia Ada di Dekatmu

Aku adalah debu yang merasuk cepat ke matamu
yang kau rayu agar segera pergi dengan airmata sendu
Entah kebetulan entah apa
Tuhan tak pernah bilang siapa yang sedang Ia beri pertanda

Aku adalah basah di telapak tanganmu
kau usapkan lembut ke dadamu
Aku pernah berada sedekat itu dengan detak jantungmu

Aku adalah garis di telapak tanganmu
yang ‘kau caritahu artinya pada seorang cenayang kampung
Aku pernah berada sedekat itu dengan denyut nadimu

Aku menunggu Ia bicara tentang takdir kita berdua

Aku adalah angin yang mengibaskan rambutmu
yang kadang kamu tahan dengan buku puisi kesukaanmu

Entah kebetulan entah apa
Ia tak pernah bilang untuk berhenti mencoba

Aku adalah badai yang memorak-porandakan rumahmu
Aku adalah api yang membakarnya kemudian
Aku adalah relawan yang menolongmu pulih
Aku adalah yang harus kamu sadari keberadaannya
Sekarang

atau tidak tidak sama sekali

*