Membaca Kamu Lewat Tulisan

Mengambang-melayang aku di dadamu
Enggan jatuh enggan menyentuh
Matamu, hatimu yang
Buta, beku
Adalah aku yang selalu rindu
Cakap jemarimu meramu
Abjad terserak di atas kertas abu-abu

Kepalamu berisi kata-kata luar biasa hingga
Aku tak memiliki kesempatan untuk
Menyusup-merayapi kepalamu bahkan
Untuk sekadar memperkenalkan diri

Lengan-lenganmu lalu kulirik sebagai instrumen manis
Entah sebagai tempatku berdiam atau
Wahana tempatku mati nanti
Aroma surga sudah
Terangkum di kilau emas pena –jarummu

Tentang cinta, aku menyerah-kalah dan tentang
Usaha untuk terlihat olehmu, aku menyerah-lelah
Limbung ragaku dalam dadamu adalah saksi betapa
Irama rasaku tergantung irama jemarimu apalagi ketika
Saatnya nanti, aku dan kata-kata seharusnya tercetak di
Atas kulitmu berbentuk sebuah nama
Namaku

*

Hari Terakhir

image

Tubuhku tertidur di hari terakhir
Menyimpan mimpi belum kesampaian
sehingga berharap terlahir kembali

Bagi sebagian orang
kematian adalah batas
Dari jiwa-jiwa yang ingin bebas
Terlepas

Bagi kita kematian hanya tidur sementara
Dari mimpi-mimpi yang masih senang datang
Melayang-layang di pikiran
Dan menjadikan tubuhku kendara

Karenanya,
aku masih akan terbangun esok hari
Masih dengan mimpi yang sama
Serta bagaimana aku akan mencapainya

Hingga hari terakhir tiba
Dan aku tak menyimpan apa-apa; moksa

*

Dunia Absurd

image

Duniaku tidak hanya berisi kamu
Duniaku juga berisi rindu
dan hal-hal absurd lainnya

Kamu
Gurun pasir
Padang savana
Jerapah berleher jenjang
Semut rangrang
Mata nyalang
Tubuh ranum berkembang

Kamu
Kadang dekat
Kadang membuat sekat
Kadang memunggungi
Kadang mencari-cari

Duniaku tidak hanya berisi hal-hal absurd
Duniaku juga berisi rindu
dan kamu-kamu yang lainnya

*