#PuisiHore – MEMBACA KAMU LEWAT TULISAN

Mengambang-melayang aku di dadamu
Enggan jatuh enggan menyentuh
Matamu, hatimu yang
Buta, beku
Adalah aku yang selalu rindu
Cakap jemarimu meramu
Abjad terserak di atas kertas abu-abu

Kepalamu berisi kata-kata luar biasa hingga
Aku tak memiliki kesempatan untuk
Menyusup-merayapi kepalamu bahkan
Untuk sekadar memperkenalkan diri

Lengan-lenganmu lalu kulirik sebagai instrumen manis
Entah sebagai tempatku berdiam atau
Wahana tempatku mati nanti
Aroma surga sudah
Terangkum di kilau emas pena –jarummu

Tentang cinta, aku menyerah-kalah dan tentang
Usaha untuk terlihat olehmu, aku menyerah-lelah
Limbung ragaku dalam dadamu adalah saksi betapa
Irama rasaku tergantung irama jemarimu apalagi ketika
Saatnya nanti, aku dan kata-kata seharusnya tercetak di
Atas kulitmu berbentuk sebuah nama
Namaku

Semarang, 111212

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s