[JEJAK KAKI] Malang-Bromo #1: Cerita Akomodasi

Masih tertinggal sampai saat ini rasa senang (lelah dan juga agak-kecewa) yang saya rasakan ketika berlibur ke Malang-Bromo seminggu yang lalu (23-24 Oktober 2010). Dan bagi Anda pecinta travelling dan pecinta produk dalam negeri, wajib menyempatkan diri berkunjung ke Gunung Bromo. Sebelum saya menceritakan tentang pengalaman saya dan kawan-kawan saya (perasaan senang, lelah, dan agak-kecewa) ketika berlibur disana, di bagian ini Anda akan tahu akomodasi yang kami gunakan dari Jakarta ke Malang, selama di Malang, dari Malang ke Bromo, sampai kami kembali lagi ke Jakarta. 🙂

Jakarta-Malang (PP)
Dari Jakarta menuju Malang, ada beberapa pilihan sarana transportasi yang dapat Anda gunakan. Mulai dari angkutan udara alias pesawat terbang, kereta api, bus antarpropinsi, sampai pilihan untuk menggunakan jasa travel. Pilihan kami jatuh pada penggunaan pesawat terbang dengan pertimbangan:pertama, dengan harga yang hampir sama murahnya dengan harga tiket kereta api/bus/travel, dengan waktu perjalanan yang jauh lebih singkat, dengan jadwal penerbangan yang pas (Sabtu pagi), kami merasa lebih diuntungkan dengan pilihan menggunakan pesawat terbang; kedua, penting sekali untuk menyiapkan fisik yang prima jika ingin berlibur ke suatu tempat. Dan sejalan dengan alasan pertama, waktu perjalanan yang singkat tentu saja akan menghindarkan kita dari kelelahan akibat perjalanan panjang. Tidak lucu, kan jika belum apa-apa kita sudah merasa lelah.?! 😀
Sebaliknya, dari Malang menuju Jakarta, barulah saya menggunakan kereta api. Kali ini alasannya adalah karena harga tiket pesawat jauh lebih mahal daripada harga tiket kereta api. Hahaha… Selain itu, karena tidak ada lagi isu tentang kelelahan-akibat-perjalanan yang harus dipusingkan, maka sah-sah saja jika kami menghabiskan waktu di perjalanan. Juga, karena perjalanan kembali ke Jakarta tersebut adalah perjalanan malam hari, saya pikir saya bisa mencuri-curi kesempatan untuk tidur dalam perjalanan mengingat keesokan harinya saya harus ngantor. Dan ternyata benar, 80% dari keseluruhan waktu perjalanan malam itu saya habiskan dengan TIDUR. 😛

Detail harga:
Jakarta-Malang: Sriwijaya Air, 320rb
Malang-Jakarta: Gajayana, 300rb

Hotel
Hotel yang kami pilih bernama Hotel Arjosari yang terletak di Jl. Raden Intan No. 49, Arjosari-Malang. Sesuai namanya (Arjosari), hotel ini terletak sangat dekat dengan terminal Arjosari. Anda tinggal berjalan ke arah kiri dari terminal dan Anda akan menemukan hotel ini di seberang jalan. Dengan tarif yang sangat terjangkau, hotel ini tidak bagus-bagus amat tapi cukup baik sebagai tempat untuk beristirahat. Plus, hotel ini tidak mengijinkan pria dan wanita yang bukan suami istri untuk menginap dalam satu kamar. Hmm… Nice.! 😀

Detail harga:
Hotel Arjosari, 90rb/malam

Malang-Bromo
Selama di Malang dan Bromo, kami menyewa mobil (selama 24 jam) dan menyewa hardtop/Jeep dengan rincian sebagai berikut:

Sabtu, 23 Oktober 2010, pukul 11.00-20.00: jalan-jalan ke kota Batu dengan menggunakan mobil yang kami sewa.

Minggu, 24 Oktober 2010
00.30-02.30 (dini hari): berangkat dari hotel menuju Desa Wonokitri menggunakan mobil (sewaan).
03.00-04.00: berangkat dari Desa Wonokitri ke Puncak Penanjakan menggunakan hardtop/Jeep. (Sekadar informasi bahwa untuk mencapai Puncak Penanjakan dan kawah Gunung Bromo, wisatawan tidak diperkenankan menggunakan mobil pribadi dari batas yang ditentukan yaitu Desa Wonokitri. Karena itulah, dari Desa Wonokitri para wisatawan (harus) menyewa hardtop/Jeep untuk melanjutkan perjalanan).
04.00-05.15: menunggu sunrise sambil makan P*pmie plus kedinginan, beli syal/kupluk/sarung tangan (kalo perlu), sewa jaket, ke toilet (pengaruh udara yang sangat dingin) dan melakukan hal-hal lain yang dianggap perlu. Hehehe…
05.15-06.00: menikmati sunrise dan sibuk foto-foto (teteup…) 😀
06.00-06.30: berangkat dari Puncak Penanjakan menuju Kawah Gunung Bromo
06.30-08.30: jalan2 di kawah Gunung Bromo.
08.30-09.00: kembali dari Kawah Gunung Bromo ke Desa Wonokitri
09.00-11.00: perjalanan kembali ke Malang.

Detail harga:
Sewa mobil: Praktis Tour Organizer, 650rb (APV, sudah termasuk sopir dan bensin)
Hardtop/Jeep: 350rb

Catatan: dari segi akomodasi, kita akan menemukan biaya terendah jika terdapat enam orang dalam satu rombongan karena kapasitas hardtop hanya untuk enam orang.

Advertisements

4 thoughts on “[JEJAK KAKI] Malang-Bromo #1: Cerita Akomodasi

  1. bromotanjungpondoktani@gmail.com. says:

    Bromo Tanjung Pondok Tani
    Dalam rangka memperkenalkan “Tengger-Bromo” dari segala aspek, menginap di pondok tani tanjung-tosari, ^*DI HARI KERJA CUKUP MAMBAYAR DNG SUKARELA (TANPA TARIF)*^
    * rute: pasuruan-warungdowo-ranggeh-pasrepan-puspo-tanjung KM 99.(Tanjung Pondok Tani) -> (Baledono-Tosari)
    TARIF HARI LIBUR :
    @.kamar los + 2 km mandi luar, dapur, teras serba guna, kapst: 8 s/d 16 orang. Rp.250.000,-/malam.
    @.kamar utama + km mandi dalam + perapian, kapst: 4 s/d 6 orang. Rp.150.000,- /malam.
    @ fasilitas:.dapur,. kulkas,. ruang makan,. teras serba guna (4 x 12 m),. halaman api unggun,. tempat parkir unt 6 mobil,. kebun sayur.
    # hub per sms/tlp: 081249244733 – 085608326673 ( Elie ) 081553258296 (Dudick).
    # Informasi di Facebook dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s