#PuisiHore2 – Dengarkan Baik-baik

Dengarkan baik-baik
karena takkan aku ulangi biar cuma sekali

Lihat aku
Cangkir di genggamanmu tak mungkin lebih tampan dari aku
Atau
Ada bayangan siapa pada genangan kopi yang kamu tatap, di antara desau?

Aku tak pandai berpuisi untuk merayu
Puisi itu kemayu
Haruskah aku berguru untuk itu?
Aku bahkan tak pandai untuk sekadar bicara
Meski katamu, jangan jera
Ya, aku berusaha
Kadang tanpa kamu sadar
Mawar-mawar yang kerap aku kirim
Kamu dengar mereka berkata apa?

Ya, ya

Aku tahu aku gagal lagi

Jadi, dengarkan aku baik-baik
Karena takkan aku ulangi biar cuma sekali

Lihat aku
Setelah itu takkan aku larang kamu untuk menemui laki-laki yang bayangannya muncul pada genangan kopi, di antara desau

Dengarkan,
bukannya aku tidak mau bilang bahwa aku cinta
Tapi aku ingin mengatakannya dengan suara
Bukan hanya tatapan mata

*

[#PUisiHore2 – #7 – Komunikasi]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s