Dataran Tinggi Dieng (selanjutnya disebut Dieng) adalah sebuah kawasan, artinya terdapat banyak lokasi wisata yang letaknya berdekatan satu sama lain sehingga rasanya tak ada habisnya menjelajah tempat wisata satu ini. Masuk ke wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Dieng memiliki pesona wisata yang bervariasi mulai dari sumur (Sumur Jalatunda), telaga (Telaga Warna, Telaga Pengilon, Telaga Merdada, dll), kawah (Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, dll), air terjun (Air Terjun Sikarim), gua (Gua Semar, Gua Jaran, dll), candi (Candi Dwarawati, Candi Bima, Candi Arjuna, dll), museum/teater (Museum Kailasa, Dieng Plateau Theater), hingga puncak-puncak gunung yang asyik untuk didaki (Puncak Sikunir, Gunung Sindoro, Gunung Prau, dll).
Lalu dari sekian banyak tempat wisata tersebut, tempat mana saja yang sempat saya datangi?
1. Sumur Jalatunda
Kalau waktu yang kalian miliki terbatas, tempat ini bisa dilewatkan kecuali kalian memiliki harapan yang ingin segera diwujudkan.
Mengapa? Karena Sumur Jalatunda dipercaya dapat mengabulkan permintaan kalian. Caranya, dengan melemparkan batu. Bagi laki-laki, batu harus bisa melewati sumur (menyeberang) sedangkan bagi perempuan, batu haruslah berhasil masuk ke dalam sumur, tentu saja agar keinginan kalian terkabul. Yeay! Batunya didapat dari mana? Tenang, penduduk setempat menyediakan banyak batu yang bisa dibeli dengan harga Rp 500,- per batu. Tertarik mencoba?
2. Kawah Sikidang
Kawah Sikidang merupakan area luas dengan wangi belerang yang cukup menyengat (tetapi tidak lebih menyengat daripada di Tangkuban Perahu). Pengunjung dianjurkan untuk memakai masker, tapi siapalah saya. Tukang membantah. Halah. Please, jangan ditiru. Bau belerang masih dapat saya tahan, namun asap di sekitar kawah yang lumayan tebal membuat saya gagal melihat ke dasar kawah. Penasaran saja, sih. Lalu dari hasil googling, kawah ini dinamakan Kawah Sikidang karena letak kawahnya yang konon dapat berpindah-pindah layaknya kidang (kijang). Heu? Bagaimana mungkin? Well, selain bisa berfoto dengan latar bebatuan atau kawah, wisatawan juga bisa berfoto dengan binatang-binatang seperti ular dan burung hantu. Lumayan menghibur. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati jajanan kentang goreng, juga telur yang direbus di kolam-kolam air panas (mendidih) yang tersebar di beberapa titik.
3. Bukit Batu Pandang Ratapan Angin
Ini favorit saya! Dari Bukit Batu Pandang yang terletak bersebelahan dengan Dieng Plateau Theater ini kita bisa menikmati Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas. Pemandangannya cantik banget. ❤ Beberapa titik di kawasan ini juga merupakan tempat yang tepat untuk duduk-duduk bodo menghabiskan waktu. Rasanya saya bisa berlama-lama di sana tanpa melakukan apa-apa. Menuju titik-titik pandang, kita akan melewati perkebunan yang diselingi pohon carica. Untuk keluar dari kawasan itu, kita akan diarahkan untuk melewati perkebunan juga (sisi yang lain) dan silakan menikmati pohon cabe yang gedenya ya ampun ya tuhan. Itu cabe atau paprika, ya?
4. Dieng Plateau Theater
Tempat ini juga bisa dilewatkan, kecuali kalian mau menikmati video yang gambarnya rada anu dan tempat duduk (di dalam teater) yang tak kalah anunya. Untuk informasi yang disampaikan dalam video, coba googling aja.
5. Telaga Warna dan Telaga Pengilon
Ini juga jadi favorit saya dengan alasan yang sama dengan Bukit Batu Pandang. Selain pemandangan yang sangat memanjakan mata, kawasan ini bisa jadi tempat yang asyik untuk duduk-duduk bodo. Buat yang traveling berdua, jalan kaki di kawasan ini sambil gandengan tangan tampaknya romantis. Aw!
6. Candi Arjuna
Ada banyak candi di kawasan Dieng tetapi hanya komplek Candi Arjuna yang sempat kami datangi. Itu pun sudah lumayan sore karena ketika kami tiba di sana, Museum Kailasa yang terletak tak jauh dari kawasan ini sudah tutup. Sayang sekali, tak sempat ke museum.
*
Masih ada puncak Sikunir yang kami datangi untuk menikmati matahari terbit. Menyusul, ya.
*
Lokasi: Dataran Tinggi Dieng
Opentrip (Y/N): Yes, bersama My Permata Wisata
Tanggal: 25 – 27 Maret 2016
Biaya: 499k
Kesan:
- Kalau ikut opentrip, cenderung tidak ada masalah kecuali waktu yang terbatas. Untuk perjalanan yang lumayan panjang, akan lebih sepadan bila bisa tinggal lebih lama dan menikmati semua tempat wisata yang ada.
- Tidak ada transportasi umum untuk menjangkau semua tempat wisata. Banyak tempat wisata yang memang letaknya berdekatan tetapi tidak sedekat itu jika dijangkau dengan berjalan kaki. Pilihannya: sewa motor apabila bepergian sendiri, sewa mobil apabila berkelompok.
***
pemandangan di Bukit Batu Pandang luar biasa indahnya ya mbak 🙂
Banget! Love banget. :))